Godaan Audi Terlalu Bagus untuk Ditolak Hulkenberg

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Jumat, 26 April 2024 | 20:32 WIB
Audi akan memasuki arena balap Formula 1 tahun 2026 (formula1.com)
Audi akan memasuki arena balap Formula 1 tahun 2026 (formula1.com)

SportlinkNews - Kepindahan Nico Hulkenberg ke Sauber menjadi isu hangat di Formula 1. Nico resmi akan mengundurkan diri dari timnya saat ini, Haas, pada akhir musim.

CEO F1 Audi Andreas Seidl telah menjadikan Nico Hulkenberg sebagai rekrutan pertamanya.

Pembalap Jerman itu bergabung dengan Sauber mulai musim depan sebelum tim tersebut menjadi tim raksasa otomotif mulai tahun 2026.

Baca Juga: Nico Hulkenberg Tinggalkan Haas, Siap Merapat ke Sauber

Koresponden F1 Lawrence Barretto dalam analisanya mencoba menjelaskan alasan dibalik kepindahan Nico Hulkenberg yang terkesan tergesa-gesa.

Seidl Tertarik pada Pengalaman, Audi Tertarik pada Pembalap Jerman

Barretto mengungkapkan Andreas Seidl tidak mempunyai gambaran tentang seberapa banyak yang harus dilakukan untuk memastikan Audi bekerja saat memasuki F1 pada 2026.

Baca Juga: Pasar Pembalap Formula 1: Dari Audi yang Agresif Hingga Mercedes yang Tetap Tenang

Audi akan membawa sendiri kombinasi sasis dan unit tenaga mereka. Oleh karena itu Seidl ingin memiliki pembalap berpengalaman.

Pembalap Ferrari dan pemenang balapan tiga kali Carlos Sainz berada di urutan teratas daftar pembalap incarannya.

Seidl memiliki penilaian baik terhadap Sainz setelah bekerja sama dengan pembalap Spanyol itu selama dua musim di McLaren pada 2019 dan 2020.

erickBaca Juga: RESMI! Erick Thohir Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong hingga 2027

Untuk kursi kedua, dia sudah lama tertarik untuk merekrut Hulkenberg, pembalap yang dia kenal dengan baik.

Keduanya pernah mengendarai Porsche di Le Mans 24 Hours dan memenangkan perlombaan ketahanan terkenal dalam balapan pertamanya pada tahun 2015.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: formula1.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X