Kekuatan negeri bekas jajahan Prancis itu perlu mendapat perhatian lebih dalam. Paling tidak, STY sebagai pelatih yang pernah beberapa kali bertemu dengan timnas-timnas asal Afrika dapat meracik strategi yang jitu.
Saat ini Guinea peringkat ke-15 di-Afrika dan 76 di FIFA.
Beberapa di antara skuad U23nya bermain di Liga Eropa, ada yang liga 1 dan ada juga yang di liga 2. Artinya, para pemainnya memiliki pengalaman dan kualitas yang tak perlu diragukan.
Baca Juga: Piala Uber 2024: Final Indonesia vs Cina, Saatnya Membalas Kekalahan 14 Tahun Silam
Meski demikian, saya tetap yakin pasukan STY akan mampu mengatasinya. Lebih dari delapan pemain kita juga sudah dan sedang merumput di Eropa dan Korsel. Artinya, kelas mereka pun tidak terpaut jauh, itu jika memang ada perbedaan.
Saya juga yakin, waktu satu minggu cukup untuk mengembalikan kebugaran mereka.
Kita sama melihat, saat bertarung dengan Uzbekistan dan Irak, kebugaran pemain tidak terlihat prima.
Berbeda saat mereka mengalahkan Yordania dan Korsel. Seperti kita tahu sehebat apa pun seorang pemain, jika fisik kendur, kemampuan akan berkurang lebih dari 40 persen.
Baca Juga: Real Madrid Juara La Liga Tanpa Pesta
Artinya, PR bagi STY masih sangat banyak. Meski harus saya akui inilah tim dengan masa depan sangat baik.
Terpenting, STY dapat mengingatkan para pemain agar tidak terlalu egois. Saat melawan Australia, Yordania, dan Korsel, semua mampu bahu-membahu hingga terlihat sangat apik.
Tapi, ketika melawan Uzbekistan dan Irak, mudah-mudah hanya karena fisik mereka yang turun banyak, terlihat tidak bugar. Banyak kesalahan yang dilakukan yang awalnya dari kurang primanya fisik mereka.
Baca Juga: Verstappen Raih Kemenangan Sprint atas Leclerc dan Perez di GP Miami
Selain itu, saya juga melihat, ada beberapa pemain terkesan kuat sangat egois. Akibatnya, banyak peluang yang tidak dapat diselesaikan dengan baik. Berbeda jauh dengan penampilan mereka dalam empat laga sebelumnya.
Nah, di laga terakhir ini, tidak ada lagi tawar-menawar. Kerja sama tim yang apik serta kebugaran fisik wajib jadi andalan. Tanpa itu, Guinea akan semakin berat.
Selain itu, kita juga berdoa untuk kesuksesan. Dan, semua, harapan saya, hendaknya kita mau 'ikut menjaganya'. Itu, jika kita menginginkan Garuda Muda bisa berprestasi lebih baik lagi.