"Sebagai bagian dari diskusi menyeluruh pada Rapat Umum Tahunan, disepakati bahwa PGMOL, Liga Premier, dan klub-klub semuanya memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem dan reputasinya."
Baca Juga: Tundukkan Tangerang Hawks, RANS Naik Dua Peringkat di Klasemen IBL Tokopedia 2024
Sejak diperkenalkan di sepak bola Inggris pada musim 2019/20, VAR memang sering kali menjadi sumber kontroversi.
Banyak penggemar mengeluhkan penundaan permainan dan hilangnya atmosfer pertandingan karena keputusan yang dibuat VAR mengurangi momen selebrasi.
Premier League sendiri telah mengakui bahwa VAR belum sempurna bahkan sebelum pemungutan suara yang diajukan Wolves.
Baca Juga: Satria Muda Pertamina Jakarta Tunjuk Center Timnas Ukraina Gantikan Jarred Shaw
Tony Scholes, Chief Football Officer liga, dalam sebuah artikel pada bulan Februari, menyatakan bahwa pemeriksaan VAR sering kali memakan waktu terlalu lama.
"Jelas semua yang ada di dunia VAR tidak sempurna," kata Scholes.
"Kami menyadari hal itu dan kami tahu bahwa kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Di mana pengalaman VAR buruk adalah pengalaman di dalam stadion bagi suporter."
Baca Juga: Meski Sukses Kalahkan Bahrain, Timnas Wanita Indonesia Harus Terus Dievaluasi
"Kami tahu itu tidak cukup baik. Hal itu memengaruhi kenikmatan para pendukung dalam menikmati pertandingan, dan kami tahu itu perlu diubah," lanjutnya.
Perpanjangan penggunaan VAR ini menjadi bukti bahwa meskipun teknologi ini banyak menuai kritik, mayoritas klub Premier League masih melihat manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan kekurangannya.
Premier League bersama PGMOL dan klub-klub berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperbaiki sistem ini agar bisa memberikan pengalaman terbaik bagi pemain dan penggemar.***