SportlinkNews - Italia mengalami kegaduhan ruang ganti selama Euro 2024. Sang juara bertahan disingkirkan oleh Swiss di babak 16 besar pada Sabtu (29/6).
Manajer Luciano Spalletti membuat banyak alasan untuk keluarnya Italia setelah kekalahan tersebut. Sementara itu, masa depannya sudah jelas, dengan kontraknya yang masih berlaku hingga setelah Piala Dunia 2026.
Kabar ini mungkin menjadi pukulan telak bagi beberapa bintang Italia, di tengah laporan ketidakbahagiaan di kamp mereka di Iserlohn.
Baca Juga: Italia Kalah Memalukan dari Swiss, Spalletti Dalam Tekanan
Menurut La Repubblica, sebagian skuad merasa menjauhi Luciano Spalletti dan ide-idenya selama turnamen berlangsung.
Beberapa pemain dikatakan bingung dengan taktik dan metode latihannya, sehingga menyebabkan kurangnya komitmen selama sesi.
Laporan tersebut menambahkan bahwa banyak kelompok kecil terbentuk di ruang ganti, dan Spalletti kekurangan pemimpin untuk menyatukan skuad.
Pemain lain menuding Luciano Spalletti kurang persiapan dan mengaku tidak ada intensitas dalam gaya bermainnya.
Itu terjadi setelah mereka dikejutkan oleh serangkaian perubahan taktis pada tim hanya dua jam sebelum pertandingan grup terakhir melawan Kroasia.
Keputusan Lucianoa Spalletti yang terlambat diketahui telah membuat beberapa pemain merasa dikucilkan.
Baca Juga: Benarkah Ilmu Olahraga Membantu Atlet Menjadi Lebih Cepat?
Sementara itu, beberapa anggota tim secara pribadi merasa tidak senang dengan masuknya Nicolo Fagioli.
Gelandang Juventus itu disinyalir dianggap sebagai 'mata-mata' setelah membeberkan keterlibatan Sandro Tonali dalam skandal taruhan.