SportlinkNews - Striker Inggris Ivan Toney mengatakan The Three Lions harus memanfaatkan peluang kedua yang diberikan di Euro 2024 dengan kebangkitan luar biasa melawan Slovakia untuk mencapai perempat final.
Tendangan overhead Jude Bellingham lima menit memasuki masa tambahan waktu mencegah tim asuhan Gareth Southgate tersingkir secara memalukan di babak 16 besar.
Ivan Toney, dalam penampilan pertamanya di turnamen sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir. Dia kemudian memberi umpan kepada Harry Kane untuk mencetak gol penentu kemenangan di perpanjangan waktu. Kini dia mempersiapkan pertemuan dengan Swiss di delapan besar pada hari Sabtu (6/7).
Baca Juga: Euro 2024: Jude Bellingham Terancam Sanksi Larangan Bermain di Perempat Final, Inggris Deg Degan
"Saya pikir itu seperti membuka mata, Anda bisa pulang kapan saja," kata Ivan Toney pada konferensi pers, Rabu (3/7).
“Rasa lega setelah berada di ruang ganti terasa seperti ‘sekarang kawan-kawan, saatnya untuk memulai’.
"Saya pikir kami punya karakter dan kualitas pemain di ruang ganti untuk melakukannya," tandasnya.
Baca Juga: Gol Akrobatik Bellingham Tercatat dalam Sejarah Inggris, 30 Detik Nyaris Tersingkir dari Euro 2024
Jude Bellingham mengecam kritik Inggris setelah pertandingan, dengan mengatakan dia harus menerima “sampah” di media setelah kesulitan dalam dua pertandingan sebelumnya melawan Denmark dan Serbia.
Pelatih Gareth Southgate juga mengeluhkan suasana yang biasa setelah cangkir bir dilemparkan kepadanya usai hasil imbang 0-0 melawan Slovenia, yang mengamankan posisi teratas di Grup C dan lolos ke babak sistem gugur.
Inggris tiba di Jerman sebagai salah satu favorit berkat skuad yang kaya akan talenta yang mencakup pencetak gol terbanyak Bundesliga dalam diri Harry Kane, bintang Real Madrid, Jude Bellingham dan Phil Foden, yang memenangkan penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Premier musim lalu.
Baca Juga: Tren yang Muncul dalam Teknologi Olahraga Mengubah Permainan
Namun, mereka hanyalah salah satu dari sejumlah tim yang diunggulkan, termasuk Prancis dan Portugal, yang berhasil melaju ke delapan besar meski tampil mengecewakan.
“Akan selalu ada ekspektasi dan banyak orang yang selalu mengutarakan pendapatnya,” kata Toney.