KONI Pusat dan NOC Indonesia Satu Suara: Tidak Ada Dualisme Organisasi Keolahragaan

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 3 Juli 2024 | 14:41 WIB
Kehadiran Komite Eksekutif NOC Indonesia Jadi Rajagukguk (kanan) pada Rakernas KONI di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (3/7) menggugurkan rumor dualisme organisasi keolahragaan. (sportlinknews)
Kehadiran Komite Eksekutif NOC Indonesia Jadi Rajagukguk (kanan) pada Rakernas KONI di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (3/7) menggugurkan rumor dualisme organisasi keolahragaan. (sportlinknews)

SportlinkNews - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo di Hotel Pullman Podomoro City, Jakarta, Rabu 3 Juli 2024.

Fokus utama Rakernas membahas kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara Tahun 2024.

Meski begitu, pembahasan terkait keorganisasian olahraga juga tak terhindarkan. Pasalnya subjek program pembinaan olahraga yang melahirkan atlet adalah organisasi.

Baca Juga: Menpora dan KONI Pusat Garansi Kepada Presiden PON Aceh-Sumut Akan Berjalan Sesuai Waktu

Berawal pada sesi tanya jawab, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan kesempatan bagi pengurus di setiap cabang olahraga untuk mengungkapkan keluhannya.

Salah satu pengurus cabang olahraga, angkat bicara mengenai adanya dualisme organisasi keolahragaan. Satu organisasi menjadi anggota KONI sedangkan satu lainnya anggota KOI.

Ketum KONI Pusat tegaskan agar KONI Pusat dan KOI/NOC Indonesia memiliki anggota yang sama.

Baca Juga: Cody Gakpo dan Jamal Musiala Bersaing Jadi Top Skor Euro 2024

"Semua anggota KONI Pusat adalah anggota KOI,” kata Ketum KONI Pusat Marciano Norman.

Lebih lanjut ditegaskan tidak ada dualisme organisasi keolahragaan. KONI maupun KOI mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda tapi bermuara pada satu tujuan yakni meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

“Dualisme itu yang dikorbankan adalah atletnya, cabornya juga jadi tidak sehat,” sambung Marciano.

Baca Juga: Tren yang Muncul dalam Teknologi Olahraga Mengubah Permainan

"Kita itu semua bagian dari Patriot Olahraga, pejuang-pejuang di masa damai sehingga kita semua, harus menjadi agen pemersatu bangsa,” imbuh Marciano.

Marciano menegaskan hal-hal yang memecah belah harus diminimalisir dan diatasi bersama-sama.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pacar Haaland Kejutkan Penggemar

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:43 WIB

Penampakan Pembawa Keberuntungan Timnas Inggris

Minggu, 12 Juli 2026 | 07:17 WIB

Prancis yang Menang, London Bergejolak

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:19 WIB
X