Di PSV, ia sukses meraih dua trofi, yakni Piala Belanda dan Piala Super Belanda.
Baca Juga: Indra Sjafri Terus Matangkan Persiapan Tim U-19 Indonesia di Surabaya
Di sisi lain, Rene Hake merupakan teman lama Erik ten Hag.
Keduanya pernah bekerja sama di FC Twente, meski dalam kapasitas yang berbeda.
Saat itu, Ten Hag menjabat sebagai asisten pelatih tim senior, sementara Hake mengelola tim U-19 dan U-21.
Baca Juga: Dendam Satria Muda Pertamina Kandaskan Kesatria Bengawan Solo di Britama Arena
Karier kepelatihan Hake cukup paralel dengan Ten Hag, karena ia juga pernah melatih tim-tim seperti FC Utrecht, Go Ahead Eagles, dan menjadi asisten pelatih di FC Twente.
Keputusan untuk mendatangkan Van Nistelrooy dan Hake berarti Manchester United harus melepas dua asisten pelatih sebelumnya, yakni Mitchell van der Gaag dan Benni McCarthy.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk menyegarkan tim kepelatihan dan membawa energi serta perspektif baru.
Baca Juga: Prawira Harum Mantap Hentikan Perlawanan RANS di Game 1 IBL Playoffs 2024
Erik ten Hag menyatakan kebahagiaannya atas kesediaan Van Nistelrooy dan Hake untuk bergabung dengan proyek yang sedang dibangun di Manchester United.
"Saya senang bahwa Rene dan Ruud telah setuju untuk bergabung dengan proyek kami, menambah banyak pengalaman, pengetahuan, dan energi baru kepada staf," ujar Ten Hag.
"Sekarang adalah saat yang tepat untuk menyegarkan tim pelatih karena kami ingin membangun pencapaian dalam dua tahun terakhir dan mendorong ke tingkat berikutnya," lanjut pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Baca Juga: Wow! Segini Harga Tiket Masuk Babak Final Spanyol vs Inggris di Olympiastadion Berlin
Perubahan dalam staf pelatih ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi Manchester United dalam menghadapi musim baru.