Gol tersebut tercipta berkat umpan matang dari Charles Lokolingoy yang diselesaikan dengan tendangan melengkung oleh Marcilio, yang tidak mampu diantisipasi oleh kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.
Baca Juga: Lionel Messi bakal Tetap Jadi yang Terbaik meski Bermain di Liga Inggris
Keunggulan Arema hanya bertahan selama 13 menit.
Borneo FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-62 lewat gol Leo Gaucho, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Arema FC.
Sayangnya, Borneo FC harus bermain dengan 10 orang setelah Lilipaly diganjar kartu merah pada menit ke-88 akibat pelanggaran keras terhadap Marcilio.
Baca Juga: MotoGP Inggris: Enea Bastianini Tundukkan Jorge Martin dan Francesco Bagnaia di Silverstone
Drama semakin memuncak ketika Charles Lokolingoy mencetak gol pada menit ke-90+8 setelah memanfaatkan bola muntah dari Dedik Setiawan.
Namun, gol tersebut harus dianulir karena Dedik Setiawan tertangkap VAR melakukan handball terlebih dahulu.
Dengan skor tetap 1-1, pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti untuk menentukan pemenang.
Baca Juga: Hansi Flick Memberikan Angin Segar ke Barcelona dengan Pengaruh Cristiano Ronaldo
Dalam drama adu penalti yang mendebarkan, Arema FC berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4.
Kemenangan ini tidak terlepas dari kegagalan Ronaldo Rodriguez dari Borneo FC dalam menjalankan tugasnya sebagai penendang ketiga.
Arema FC berhasil menuntaskan adu penalti dengan sukses, menambah koleksi gelar mereka.
Baca Juga: AC Milan Ngebet Rekrut Tammy Abraham, Tiga Pemain Siap Ditumbalkan
Dengan kemenangan ini, Arema FC mencatatkan hat-trick gelar Piala Presiden setelah sebelumnya meraih juara pada edisi 2018 dan 2019.