Ia juga menambahkan bahwa harga tiket di dua laga sebelumnya mengalami kenaikan karena adanya beberapa penambahan fasilitas dan layanan.
Baca Juga: Efek Domino WONDR by BNI Indonesia Masters 2024, Fadil Imran Apresiasi PBSI Riau
Marshal Masita juga menjelaskan bahwa pengelolaan iklan untuk pertandingan kandang Timnas Indonesia di putaran ketiga ini berada di bawah kendali AFC.
Hal ini berbeda dengan putaran kedua, di mana semua pemasukan iklan sepenuhnya masuk ke timnas Indonesia.
Untuk putaran ketiga, pendapatan timnas Indonesia hanya berasal dari penjualan tiket pertandingan.
Baca Juga: Jay Idzes Pemain Indonesia Pertama di Serie A, Simak Statistik 68 Menit Bersama Venezia
Meski demikian, masih belum ada kejelasan apakah AFC akan memberikan persentase dari pendapatan iklan kepada timnas Indonesia atau tidak.
"Yang perlu diketahui adalah bahwa harga komersil untuk lima laga kandang timnas Indonesia bukan ditentukan oleh kami, melainkan oleh AFC," jelas Marshal Masita.
Perbedaan ini tentu menambah tantangan finansial yang harus dihadapi timnas di putaran ketiga ini.
Baca Juga: Atletico Gunduli Girona, Simeone Angkat Jempol untuk Julian Alvarez Meski Tidak Cetak Gol
Secara keseluruhan, perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini tidak hanya menguji kemampuan di lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan finansial yang besar, baik dari segi pengeluaran maupun pendapatan dari tiket dan iklan.
Tantangan ini menjadi ujian bagi PSSI dan seluruh pendukung sepak bola nasional dalam mendukung kiprah timnas di ajang internasional.***