Erick Thohir, selain sebagai Ketua Umum PSSI, juga dikenal sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan penuh kepada para pemain naturalisasi yang memperkuat timnas Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir: PSSI Keluarkan Anggaran Rp36 Miliar untuk Sepak Bola Putri
Terkait kepindahan Struick, Thohir menyatakan bahwa keputusan tersebut sudah tepat, terutama dengan harapan bahwa pemain muda tersebut dapat mendapatkan lebih banyak menit bermain di Brisbane Roar dibandingkan saat berada di ADO Den Haag.
Selama membela ADO Den Haag, Struick kesulitan untuk mendapatkan kesempatan bermain reguler.
Pada musim lalu, striker berusia 20 tahun ini hanya tampil kurang dari 10 kali di semua kompetisi bersama klub Belanda tersebut.
Baca Juga: Wasit Indonesia Pimpin Pertandingan AFC Champions League Two
Situasi ini tentu mempengaruhi perkembangannya sebagai pemain, sehingga kepindahan ke Brisbane Roar bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan jam terbang dan mengembangkan kemampuannya lebih jauh.
"Kemarin Rafael sudah pindah ke Brisbane. Semoga jam terbangnya lebih tinggi lagi," ucap Erick Thohir, berharap Struick bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain di klub barunya.
Keputusan Struick untuk bergabung dengan Brisbane Roar bisa menjadi langkah strategis dalam kariernya.
Baca Juga: Slam Jam dan Umbro Lanjutkan Kiprah di Sepak Bola dengan Koleksi Hard Times
A-League Australia, meskipun tak sekompetitif liga-liga top Eropa, memiliki reputasi sebagai kompetisi yang keras dan penuh tantangan.
Pemain-pemain dari seluruh dunia, terutama dari Asia dan Oseania, kerap memilih A-League sebagai platform untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Bagi Struick, tantangan baru ini tentu akan memberikan pengalaman berharga.
Baca Juga: PON XXI Transformasi Infrastruktur Olahraga di Aceh dan Sumut
Bermain di A-League dapat membantunya mengembangkan aspek fisik dan mental dalam bermain, yang pada akhirnya bisa berkontribusi lebih besar saat dipanggil kembali untuk memperkuat timnas Indonesia.