Bermain dengan 10 pemain, Manchester United seakan kehilangan harapan untuk mendapatkan poin.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Beli Ferrari Cantik untuk Hadiah Ulang tahun
Namun, keajaiban terjadi di penghujung pertandingan. Harry Maguire, yang baru masuk di babak kedua, berhasil mencetak gol penyeimbang di menit ke-90+1, mengubah skor menjadi 3-3.
Hasil imbang ini setidaknya membuat Manchester United terhindar dari kekalahan, tetapi tren buruk mereka di kompetisi Eropa tetap berlanjut.
Dalam 10 pertandingan terakhir di kompetisi Eropa, Setan Merah hanya meraih satu kemenangan, dengan lima hasil imbang dan empat kekalahan.
Baca Juga: Garuda ID Identitas Suporter Timnas Indonesia, Ayo Daftar Gratis!
Di balik hasil yang kurang memuaskan tersebut, para pendukung Manchester United menuding Matthijs de Ligt sebagai salah satu penyebab utama buruknya lini pertahanan tim.
Bek asal Belanda ini dianggap gagal tampil optimal dalam pertandingan melawan Porto, terutama dalam menjaga Samu Omorodion yang menjadi bintang lapangan dengan dua golnya.
Selain itu, De Ligt juga dinilai turut bertanggung jawab atas gol Pepe yang memperburuk situasi Manchester United.
Baca Juga: Juric Kesal dengan Kritikan Terhadap Roma Usai Dipermak Elfsborg
Kritik tajam pun mengalir di media sosial, dengan banyak fans Manchester United yang meluapkan kekecewaannya terhadap De Ligt.
Seorang pengguna Twitter bernama Andrew Garnett (@Alfie_1968) menyebut penampilan De Ligt pada malam itu sangat buruk.
"De Ligt tampil buruk malam ini, benar-benar buruk. Bayern Munchen tidak menjual pemain yang bagus," tulis Garnett.
Baca Juga: Lazio Puncaki Klasemen Liga Europa dengan Rekor Sempurna
Sementara itu, pengguna lain bernama Drew (@your_7th_sin) bahkan memberikan kritik lebih pedas, menyebut De Ligt sebagai "penipuan terbesar dalam sejarah sepak bola."