Menurut pelatih asal Korea Selatan tersebut, meskipun jadwal pertandingan tidak ideal, hal ini bukan hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga negara-negara lain yang berpartisipasi di kualifikasi.
Baca Juga: Nico Paz Bersinar di Como, Real Madrid Siap Bawa Pulang
Pelatih berusia 53 tahun itu mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh PSSI.
Permintaan Shin Tae-yong agar timnas Indonesia menggunakan pesawat sewaan untuk perjalanan dari Bahrain ke China akhirnya dikabulkan.
Hal ini dinilai sebagai langkah positif yang dapat meningkatkan kenyamanan para pemain dan diharapkan membantu mereka memberikan performa terbaik di lapangan.
Baca Juga: PEPARNAS XVII Solo 2024 Lebih Besar dari Paralimpiade Paris, Menpora Pastikan tidak Ada Kendala
"Tentu saja, meskipun situasinya tidak ideal, PSSI dan Pak Erick Thohir sudah memberikan bantuan besar dengan menyediakan pesawat carter untuk timnas Indonesia," lanjut Shin Tae-yong.
Menurutnya, dukungan ini akan memberikan dampak signifikan dalam menjaga kebugaran fisik para pemain selama menjalani pertandingan yang padat.
Lebih lanjut, Shin Tae-yong berharap tantangan-tantangan yang dihadapi timnas Indonesia saat ini dapat menjadi momen penting dalam perkembangan sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Dewa United Rebut Tempat Ketiga IBL All Indonesian 2024 Tundukkan Prawira dengan Skor Tipis
Dia meyakini bahwa pengalaman seperti ini akan membantu membangun mentalitas dan ketangguhan para pemain, yang pada akhirnya dapat mengangkat level permainan sepak bola nasional.
"Mungkin, situasi sulit seperti ini yang akan membuat sepak bola Indonesia menjadi lebih baik di masa depan," tutup Shin Tae-yong.
Dengan segala persiapan yang matang, termasuk penyediaan pesawat khusus, skuad Garuda diharapkan mampu mengatasi tantangan perjalanan dan jadwal yang padat.
Fokus utama sekarang adalah memaksimalkan performa di lapangan demi meraih hasil terbaik dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 ini.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PSSI, menjadi kunci dalam menjaga semangat dan kebugaran para pemain agar tetap kompetitif di tengah jadwal yang padat dan kondisi yang tidak menguntungkan.***