Menurut laporan media lokal Sohu.com, sebelumnya CFA berencana menyediakan pesawat carter untuk memudahkan perjalanan tim dan membantu mereka dalam persiapan menghadapi pertandingan.
Baca Juga: Jake Paul Pamer Sparring, Penggemar Celetuk: Anda Akan Ditiduri Mike Tyson!
Selama ini, Timnas China kerap diberikan fasilitas pesawat carter dan koki pribadi untuk menjaga kebugaran pemain.
Namun, kritik dari masyarakat membuat rencana tersebut dibatalkan.
Banyak yang merasa bahwa meskipun diberikan fasilitas mewah, Timnas China tetap tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan.
Baca Juga: Dua Pemain Penting Chelsea Dilarang Bermain Melawan Liverpool, Ini Penyebabnya
“Asosiasi Sepak Bola sebelumnya mempertimbangkan untuk menyewa pesawat guna menghindari kelelahan dan memberikan persiapan optimal bagi para pemain,” demikian bunyi laporan dari Sohu.com.
Namun, kritik yang beredar akhirnya membuat CFA membatalkan rencana tersebut.
Penolakan terhadap pesawat carter dinilai sebagai respon terhadap performa buruk tim di kualifikasi.
Baca Juga: Emma Raducanu Tetap Setia pada Dacia Sandero
"Timnas China sering diberikan fasilitas mewah, namun hasilnya tidak sepadan," tambah laporan tersebut.
Sebagai gantinya, Timnas China harus melakukan perjalanan panjang dengan pesawat komersial menuju Australia, tempat pertandingan sebelumnya digelar.
Perjalanan ini diperkirakan akan memakan waktu 24 jam, yang tentunya dapat memicu kelelahan pada para pemain.
Baca Juga: Paul Pogba dan Juventus Akhiri Hubungan Gegara Larangan Narkoba
Setelah menghadapi Australia, Timnas China harus kembali ke negaranya sebelum bertanding melawan Indonesia.