Saat kabar itu datang, nenek Paes, yang sudah dalam kondisi kesehatan yang menurun, begitu bahagia mendengar cucunya akan bermain untuk Indonesia.
Baca Juga: Kamil Szeremet Dihajar TKO dalam 47 Detik, Chris Eubank Jr dan Conor Benn Beradu Kepala
Bagi Paes, momen tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir yang sangat berharga bersama neneknya.
"Pada akhir tahun lalu, PSSI menghubungi saya, dan saat itu kesehatan nenek saya sudah memburuk," cerita Paes.
"Ketika saya memberitahunya bahwa saya akan bermain untuk Timnas Indonesia, ia tersenyum untuk terakhir kalinya. Itu adalah momen yang sangat spesial bagi kami."
Baca Juga: Penarik Becak dan Kusir Andong di Solo Rasakan Manfaat Ekonomi PEPARNAS XVII
Sayangnya, nenek Paes meninggal dunia pada awal tahun 2024, sebelum sempat menyaksikan cucunya menjalani debut bersama Timnas Indonesia.
Meski demikian, Paes mengaku bahwa keputusan untuk membela Indonesia menjadi lebih mudah karena ia ingin menghormati warisan budaya neneknya.
"Saya melihat betapa istimewanya hal tersebut bagi nenek saya, dan pada akhirnya, itu menjadi keputusan yang sangat mudah untuk saya," lanjut kiper FC Dallas tersebut.
Baca Juga: Cina Vs Indonesia: Xie Wenneng Ancam Jebol Gawang Maarten Paes
"Meskipun nenek saya tidak sempat menyaksikan debut saya, saya tahu bahwa ia sangat bangga dan bahagia."
Perjalanan Maarten Paes di Timnas Indonesia tidak hanya memberikan kekuatan baru bagi skuad Garuda, tetapi juga menyimpan kisah emosional yang penuh makna tentang cinta terhadap keluarga dan warisan budaya.
Paes, yang tampil mengesankan di bawah mistar gawang, sudah menjadi figur penting bagi Timnas Indonesia, terutama dengan performanya dalam pertandingan melawan tim-tim besar seperti Arab Saudi dan Australia.
Baca Juga: Lionel Messi dan Bad Bunny Berkolaborasi untuk Sepatu Kets Adidas Gazelle
Kini, Timnas Indonesia bersiap menghadapi China pada Selasa (15/10/2024), di Qingdao Youth Football Stadium.