Federasi Sepak Bola Bahrain menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menangani peretasan tersebut dan telah mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Baca Juga: Italia Vs Isreal: Luciano Spalletti Rahasiakan Susunan Pemain
Dalam unggahan terbaru di media sosial, BFA menyebutkan, "Al Dawsari meminta semua tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Situs web, akun media sosial, dan sistem Federasi Sepak Bola Bahrain berada di bawah serangan siber."
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas peretasan tersebut.
Saat mencoba mengakses situs resmi BFA, pengunjung diminta untuk memasukkan username dan password, yang membuat akses umum ke situs tersebut terhenti.
Baca Juga: Marc Cucurella Bukan Suara Momen Kontroversial di Euro 2024, Mama Mia, Saya Mengompol
Sementara itu, PSSI telah melayangkan protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait hasil imbang yang dianggap kontroversial ini.
Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan atau keputusan dari pihak AFC mengenai laporan yang diajukan oleh PSSI.
Timnas Indonesia kini tengah mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya melawan China, yang akan digelar di Qingdao Youth Football Stadium pada Selasa (15/10/2024) pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: PEPARNAS XVII Solo 2024 Cetak Sejarah 144 Rekor Baru dan 1 Rekor ASEAN
Di sisi lain, Bahrain dijadwalkan menghadapi Arab Saudi di King Abdullah Sports City Stadium pada Selasa waktu setempat atau Rabu pukul 01.00 WIB.
Insiden kontroversial ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana setiap keputusan dan hasil pertandingan dapat memicu respons yang kuat dari para pendukung, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Peretasan situs BFA ini menambah dimensi baru pada perselisihan yang timbul dari hasil pertandingan yang dianggap tidak adil oleh sebagian pihak.***