Tindakan diskriminatif semacam ini sangat disayangkan, terutama dalam sebuah kompetisi bergengsi seperti El Clasico, yang seharusnya menjadi ajang pembuktian kehebatan bakat-bakat muda seperti Lamine Yamal.
Dengan adanya insiden ini, diharapkan semua pihak, termasuk penggemar sepak bola, lebih bijak dalam menjaga sikap dan menghindari tindakan rasis yang merusak citra olahraga.***