Mereka mempertahankannya sebagai maskot dan julukan selama satu dekade hingga tahun 1986, ketika mereka menghentikannya.
Polisi menahan dua orang yang dicurigai terlibat dalam insiden tersebut, tetapi keduanya dibebaskan karena kurangnya bukti.
Pihak berwenang kini tengah menyelidiki bagaimana kepala itu bisa masuk ke dalam stadion.