Insiden Luis Figo Dilempar Kepala Babi Terulang di Sao Paulo, Raphael Veiga Jadi Sasaran

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 5 November 2024 | 18:15 WIB
Insiden kepala babi di pinggir lapangan terjadi saat pertandingan antara Corinthians dan Palmeiras di Neo Quimica Arena. (globo)
Insiden kepala babi di pinggir lapangan terjadi saat pertandingan antara Corinthians dan Palmeiras di Neo Quimica Arena. (globo)

Sportlinknews - Salah satu gambaran paling terkenal dari persaingan antara Barcelona dan Real Madrid muncul karena alasan yang salah pada tahun 2002.

Ketika itu kepala babi dilemparkan ke arah Luis Figo saat ia sedang beraksi untuk Los Blancos. Pada Senin (4/11) malam, insiden itu terulang di Sao Paulo, Brasil.

Luis Figo dicap sebagai pengkhianat oleh para pendukung Barcelona setelah pindah ke rival terberat mereka saat ia sedang berada di puncak kejayaannya.

Baca Juga: Mantan Bintang Barcelona, Juventus, Inter, Munich Ini Terjerat Masalah Bersiaf Seksual

Kepulangannya sering kali disambut dengan sambutan yang kasar, yang sering kali melewati batas, seperti halnya sejumlah benda yang dilemparkan kepadanya.

Tidak ada yang lebih terkenal daripada kepala babi yang mendarat beberapa meter dari Figo pada tanggal 23 November 2002 selama El Clasico di Camp Nou.

Kini insiden itu kembali terjadi selama pertandingan antara Corinthians dan Palmeiras di Neo Quimica Arena.

Baca Juga: Ratu Tisha: Ambisi PSSI Wasit Indonesia Bisa Pimpin Pertandingan Piala Dunia pada 2030

Kepala babi dilemparkan ke Raphael Veiga dari Palmeiras saat ia mengambil tendangan sudut, dengan gambar yang memperlihatkan Yuri Alberto dari Corinthians menendang kepala itu keluar lapangan.

"Saya hampir mematahkan kaki saya. Saya pikir itu sesuatu yang lain, bantal, tetapi itu adalah kepala babi, saya hampir melukai diri saya sendiri," kata Alberto kepada Globo Esporte setelahnya, seperti dikutip oleh Relevo.

Alasan kepala babi digunakan dalam kasus ini berkaitan dengan julukan Palmeiras di antara para penggemar Corinthians, yaitu 'babi'.

Baca Juga: Luis Figo Sebut Vinicius Jr Layak Dapat Ballon d’Or

Itu sendiri bermula pada tahun 1976, ketika Presiden Corinthians Wadih Helu memanggil lawannya dengan sebutan babi, setelah ia menolak untuk menghentikan pertandingan antara keduanya setelah kematian dua pemain Corinthians.

Pada pertandingan berikutnya, Palmeiras melepaskan seekor babi ke lapangan, dan berteriak 'babi', saat hewan itu berlari mengelilingi lapangan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: Relevo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X