Ia mengungkapkan bahwa negara ini memiliki budaya sepak bola yang bersemangat dan antusias, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Timnas Indonesia.
Baca Juga: Ketum PP Pelti Nurdin Halid Sampaikan Program Kerja di Hadapan Menpora Dito Artiotedjo
“Budaya sepak bola di sini memang sangat bergairah, dan banyak pemain naturalisasi Indonesia yang aktif bermain di liga-liga Eropa."
"Hal ini menjadikan tim Indonesia lebih kuat dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Moriyasu juga menyadari adanya pemain-pemain Indonesia yang kini tampil di panggung yang sama dengan para pemain Jepang di Eropa.
Baca Juga: Restoran Gary Neville Tutup Terjerat Utang Rp 20 Miliar
Situasi ini menandakan bahwa pertandingan nanti akan menjadi laga yang sulit bagi Jepang.
“Kami sadar bahwa ada pemain Indonesia yang kini bermain di liga-liga Eropa, dan ini menunjukkan bahwa laga nanti akan sangat menantang bagi kami,” lanjut Moriyasu.
Selain kekuatan tambahan dari pemain naturalisasi, Moriyasu juga menyoroti kemampuan Timnas Indonesia dalam bertahan dan melakukan serangan balik yang cepat.
Baca Juga: Timnas U-20 Indonesia Tantang Juara Bertahan Uzbekistan, Ini Tanggapan Indra Sjafri
Menurutnya, gaya permainan Indonesia yang solid dalam bertahan serta serangan balik yang efektif akan menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Samurai Biru.
“Tim ini mampu bertahan dengan sangat baik dan melakukan serangan balik dengan cepat,” ujar Moriyasu.
Ia juga mengingatkan bahwa Timnas Indonesia memiliki gaya permainan yang menekan lawan sejak awal, atau yang dikenal dengan pressing ketat, yang bertujuan untuk menghambat lawan mencetak gol.
Baca Juga: Bagaimana Analisis dan Teknologi yang Dapat Dikenakan Mengubah Permainan
Moriyasu menyebutkan bahwa Jepang tak bisa meremehkan kekuatan Timnas Indonesia, karena gaya bermain tersebut bisa memberikan ancaman bagi pertahanan timnya.