Hal ini menurutnya menunjukkan sifat ramah masyarakat Indonesia yang dapat menjamin keamanan tamu.
Baca Juga: Van Nistelrooy Tinggalkan Kenangan Manis Meski Hanya 12 Hari Latih Manchester United
Di sisi lain, Erick Thohir juga meminta semua pihak, baik suporter maupun panitia, untuk bisa menahan diri, terutama ketika menghadapi keputusan wasit yang mungkin dianggap kurang memuaskan.
Erick mengakui bahwa penilaian terhadap kepemimpinan wasit memang kadang kala dapat memicu reaksi, namun ia berharap agar suporter tetap bersikap bijaksana dan tidak terprovokasi oleh keputusan yang diambil di lapangan.
Erick menyebutkan bahwa saat Indonesia kalah dari China dalam laga sebelumnya, banyak netizen yang menunjukkan dukungan karena wasit dianggap telah menjalankan tugasnya dengan baik.
Baca Juga: Wamenpora Taufik Hidayat: Jadi Atlet Tidak Bisa Instan!
Namun, ia mengakui bahwa ketika wasit dianggap tidak adil, netizen Indonesia kerap bereaksi.
“Kalau wasitnya tidak fair, bangsa kita pasti reaktif,” ujarnya.
“Tetapi, jika kepemimpinan wasit baik, seperti saat lawan China, masyarakat kita bisa menghargainya. Kita tak perlu takut dengan hal ini,” tambahnya.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Pilih Andalkan Vinicius daripada Mbappe di Real Madrid
Lebih lanjut, Erick mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya telah sukses menjadi tuan rumah untuk berbagai ajang olahraga berskala internasional tanpa kendala berarti.
“Kita sudah berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17, juga menggelar kejuaraan dunia bola basket dan Asian Games tanpa masalah,” paparnya.
Bagi Erick, hal ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia dapat mematuhi aturan dan tidak memberikan ancaman kepada suporter lawan.
Baca Juga: Rivaldo Beri Saran ke Vinicius: Lupakan Ballon d'Or dan Fokus Bantu Real Madrid Bangkit
Erick Thohir juga menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan bukan hanya ada pada para suporter, tetapi juga pada penyelenggara dan pihak berwenang yang diharapkan bisa menyajikan pertandingan secara profesional.