Wamenpora Taufik Hidayat: Jadi Atlet Tidak Bisa Instan!

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Sabtu, 9 November 2024 | 13:40 WIB
Wamenpora Taufik Hidayat. (Bagus/Kemenpora)
Wamenpora Taufik Hidayat. (Bagus/Kemenpora)

SportlinkNews - Anggapan bahwa kehidupan atlet tidak memiliki masa depan yang cerah tidak sepenuhnya tepat. Sebab cukup banyak atlet yang mendapatkan penghidupan yang sangat baik.

Contohnya Ketua Umum (Ketum) PB Percasi Utut Adianto. Utut dikenal sebagai mantan atlet catur yang kini berkiprah di politik dengan menjadi anggota DPR RI.

Persoalannya, sejauhmana anak-anak muda memiliki komitmen dan ketekunan untuk menjadi atlet profesional, sebab menjadi atlet tidak bisa instan, melainkan memerlukan perjuangan.

Baca Juga: Skuad Hansi Flick Torehkan Rekor Gol Terbanyak Barcelona dalam 16 Pertandingan Awal

“Karena atlet itu kan tidak bisa instan langsung ke pertandingan dewasa, memang dibutuhkan perjalanan lama,” kata Wamenpora Taufik Hidayat.

Untuk menjadi atlet profesional dibutuhkan kerja keras, ketekunan, latihan yang disiplin, serta kesempatan melakukan pertandingan atau perlombaan untuk menambah jam terbang dan mengasah kemampuannya.

Dalam perjalanan itulah diperlukan wadah bagi para atlet usia dini untuk mengembangkan kemampuan yaitu melalui ragam pertandingan yang digelar.

Baca Juga: LFC dan Kodansha Pamerkan Manga Interaktif di Liverpool Comic Con

Taufik Hidayat yang mantan pebulu tangkis nasional mengatakan bahwa atlet butuh pertandingan yang bisa dilakukan bertahap sesuai dengan usianya.

“Saya merasakan seperti mereka juga yang bertanding dari usia anak-anak,” tutur peraih emas bulu tangkis Olimpiade 2004 ini.

Menurut Wamenpora, sekarang ini jarang orang yang mau menjadi atlet dan ingin semuanya berlangsung instan. Padahal menjadi atlet membutuhkan perjuangan.

Baca Juga: Kejurnas Catur Junior VI Libatkan 530 Pecatur Muda, Wamenpora Taufik Hidayat Apresiasi PB Percasi

“Tetapi itulah perjuangan yang untuk ke depannya kalau mereka berhasil, mereka punya prestasi, nikmatnya lebih-lebih dari yang lain,” ujar Taufik.

Diakui Wamenpora, keengganan anak-anak muda menekuni olahraga secara profesional salah satunya juga dikarenakan anggapan bahwa menjadi atlet tidak memiliki masa depan yang cerah.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: kemenpora

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X