Sejak 1990, San Marino hanya mencatatkan tiga kemenangan dari 211 pertandingan internasional, dengan 198 kekalahan dan kebobolan 834 gol.
Baca Juga: Nike Rilis Ulang Kaus Portugal Tahun 2004
Mereka pernah menderita kekalahan besar, seperti 0-13 melawan Jerman di Kualifikasi EURO 2008 dan 0-11 dari Belanda di Kualifikasi EURO 2012.
Namun, tahun 2024 menjadi awal kebangkitan San Marino.
Dua dari tiga kemenangan mereka sepanjang sejarah diraih pada tahun ini, keduanya melawan Liechtenstein.
Baca Juga: Menpora Dito dan KONI Pusat Apresiasi Triwatty Melakukan Transformasi Pordasi
Terbaru, pada Senin (18/11/2024), San Marino menang 3-1 atas Liechtenstein di UEFA Nations League.
Kemenangan ini membuat San Marino menjadi juara Grup 1 Liga D UEFA Nations League 2024-2025 dan promosi ke Liga C untuk musim berikutnya.
Kebangkitan San Marino tidak hanya menjadi kebanggaan bagi negara dengan populasi 35 ribu jiwa ini, tetapi juga mencatatkan sejumlah rekor penting.
Baca Juga: Manchester City Sukses Gabungkan Struktur Baja untuk Perluasan Tribun Utara Stadion Etihad
Mereka meraih kemenangan pertama dalam 20 tahun, kemenangan pertama dalam laga kompetitif, kemenangan terbesar dalam sejarah, serta kemenangan comeback pertama.
Pelatih Roberto Cevoli menyebut pencapaian ini sebagai sejarah baru untuk tim berjuluk Le Serenissima.
"Kami tahu di mana level kami, tetapi ini adalah pencapaian besar," ujar Cevoli.
Baca Juga: Indonesia vs Arab Saudi: Adu Strategi Shin Tae-yong vs Herve Renard, Siapa yang Bakal Menang di GBK?
Skuad San Marino mayoritas diisi pemain amatir, dengan Nicola Nanni sebagai satu-satunya pemain profesional.