Selain Struick, dua pemain keturunan lainnya, Ivar Jenner dan Justin Hubner, juga tidak dapat memperkuat skuad Garuda.
Baca Juga: Barcelona 1-2 Las Palmas: Tamparan Keras Pertama di Kandang Sendiri
Hal ini disebabkan oleh ASEAN Cup yang bukan merupakan bagian dari kalender resmi FIFA.
Akibatnya, klub memiliki hak penuh untuk menahan pemainnya agar tetap bermain di kompetisi domestik.
Brisbane Roar, misalnya, masih aktif berlaga di A-League selama periode 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, yang bersamaan dengan jadwal ASEAN Cup.
Baca Juga: Dampak Buruk Konten Ilegal Tayangan Sepak Bola Spanyol Bikin Rugi Hingga Rp11,7 Triliun
Sekjen PSSI, Sumardji, mengonfirmasi kabar ini. Ia menegaskan bahwa pihak PSSI memahami keputusan klub dan tidak mempermasalahkan absennya beberapa pemain andalan.
"Kita harus tahu bahwa ASEAN Cup 2024 ini berada di luar agenda resmi FIFA, sehingga klub tidak wajib melepas pemainnya."
"Jika mereka keberatan, kami menghormati keputusan tersebut," ujar Sumardji.
Baca Juga: LALIGA+ Sajikan Konten Otomotif Kejuaraan Dunia Formula E Demi Memperluas Jangkauan Pelanggannya
Meskipun absen di ASEAN Cup 2024, Rafael Struick tetap memiliki peluang besar untuk menunjukkan kapasitasnya di Brisbane Roar.
Penampilannya di A-League akan menjadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan untuk mengasah kemampuan menghadapi persaingan ketat.
Di sisi lain, absennya Struick, Jenner, dan Hubner di timnas Indonesia menjadi tantangan bagi pelatih Shin Tae-yong.
Strategi baru harus disiapkan guna menghadapi ASEAN Cup 2024 tanpa kehadiran para pemain keturunan ini.
Dengan fokus pada kompetisi klub dan penampilan konsisten di A-League, Rafael Struick diharapkan tetap menjadi salah satu andalan timnas Indonesia dalam agenda resmi FIFA di masa mendatang.***