Tidak bermaksud merendahkan, Ferrari dkk, malah sesungguhnya beruntung bisa bermain imbang. Laos yang dulu bisa dengan mudah dilumatkan dengan kemenangan lewat gol banyak, kini berbeda jauh.
Anak-anak asuhan rekan senegara STY, Ha Hyeok-jun, itu lebih tajam dan lebih terarah. Beruntungnya, mereka masih sering tergesa-gesa, akibatnya kemenangan mereka bisa ditahan.
Harmonisasi antarpemain dan antarlini di timnas kita, sama sekali tidak terbangun. Serangan yang dibangun, mudah dipatahkan pemain,pemain Laos, sebaliknya tusukan-tusukan tim Laos, bisa mudah tembus.
Baca Juga: Catatan Sepak Bola, Piala ASEAN 2024: Just a Reminder, Jangan Goyah!
Jika situasi ini tidak segera diatasi, maka bersiap-siap saja kita kembali mengalami kekecewaan di Piala ASEAN atau AFF ini. Sekali lagi, jika cara komunikasi STY dengan pemain harus melalui pihak ketiga, maka kendala utama, masib tetap membentang.
Waktu untuk memperbaiki tim tidak banyak, kita berharap STY menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan tim. Semoga saja kisah masa silam tidak terulang kembali....
Susunan pemain
Timnas Indonesia (3-4-3): Daffa Fasya; Muhammad Ferarri, Kadek Arel, Kakang Rudianto; Pratama Arhan, Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, Dony Tri Pamungkas; Marselino Ferdinan, Hokky Caraka, Rafael Struick
Pelatih: Shin Tae-yong
Baca Juga: Pertahanan Timnas Indonesia Dapat Ancaman dari Pemain Muda Vietnam di Piala ASEAN 2024
Timnas Laos: Keo Oudone Souvannasangso; Bounpachan Bounkong, Anantaza Siphongphan, Phetdavanh Somsanid, Anousone Xaypanya, Phutthasay Khochalem, Phathana Phommathep, Xayasiht Singsavang, Phousomboun Panyavong, Phouttgalak Thongsanith, Sonevilay Phetviengsy
Pelatih: Ha Hyeok-jun