Kritik keras pun mulai bermunculan, salah satunya dari mantan kapten Watford, Troy Deeney.
Baca Juga: Sukses di Jagat Esports Internasional, Indonesia Jadi Sorotan AFC
Menurut Deeney, Rashford telah kembali ke "setelan pabrik" dengan performa yang buruk.
Ia bahkan menilai Amorim sudah mulai kehilangan kesabaran terhadap winger berusia 27 tahun itu.
"Seorang manajer baru datang dan dalam tiga dari empat pertandingan pertama, Anda melihat 'Rashford yang baru'."
Baca Juga: Lautaro Martinez Mengemas 300 Kali Penampilan untuk Inter Milan
"Tapi kemudian dia kembali ke kebiasaan lama dan performa lamanya," kata Deeney, seperti dikutip dari The Sun.
"Dia mulai sering dibangkucadangkan. Kita melihatnya pada Kamis malam melawan Viktoria Plzen, ketika Amorim terlihat sangat kecewa dengan penampilannya."
Deeney juga mengungkapkan bahwa Rashford seharusnya lebih konsisten untuk membangun momentum.
Baca Juga: Selebrasi HUT ke-125 AC Milan Digelar di San Siro Sebelum Laga Melawan Genoa
Namun, ia justru tampil buruk saat diturunkan melawan Arsenal pekan lalu.
"Amorim sudah memberinya dukungan penuh saat bergabung. Namun, semuanya tergantung pada Rashford sendiri sebagai pemain. Itu adalah akar masalahnya," tambah Deeney.
Kritik terhadap Rashford datang di saat yang tidak ideal, terutama menjelang laga penting melawan Manchester City pada akhir pekan ini.
Baca Juga: El Clasico Legenda Barca dan Real Madrid Berlangsung di Tokyo, Jepang
Derby Manchester yang akan digelar di Stadion Etihad, Minggu (15/12/2024), menjadi ujian besar bagi Marcus Rashford dan Ruben Amorim.