SportlinkNews - Legenda Barcelona, Carles Puyol, memberikan pandangannya mengenai munculnya anggapan bahwa Lamine Yamal adalah titisan Lionel Messi.
Puyol mengaku prihatin jika pemain muda berbakat seperti Yamal dibandingkan dengan sosok sebesar Messi, yang selama ini dianggap sebagai ikon sepak bola modern.
Lionel Messi telah menorehkan pencapaian luar biasa sepanjang kariernya.
Baca Juga: Dominasi Pink Spiders Berakhir, Megawati Tentukan Kemenangan Red Sparks
Pemain berjuluk La Pulga ini menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah berkat koleksi delapan trofi Ballon d'Or—prestasi terbanyak yang diraih seorang pesepak bola.
Di level klub, Messi membawa Barcelona meraih empat gelar Liga Champions, sementara bersama Timnas Argentina, ia mencapai puncak karier dengan memenangkan Piala Dunia 2022.
Keberhasilannya tersebut menjadikan Messi sebagai tolok ukur kesuksesan di dunia sepak bola, terutama bagi generasi pemain muda.
Baca Juga: Tiket Semifinal di Depan Mata, Vietnam Fokus Tundukkan Filipina di ASEAN Cup 2024
Namun, Puyol menilai bahwa membandingkan Messi dengan pemain muda seperti Lamine Yamal justru dapat menjadi beban berat bagi perkembangan karier mereka.
Lamine Yamal, yang kini berusia 17 tahun, menjadi sorotan di dunia sepak bola berkat penampilannya yang cemerlang bersama Barcelona dan Timnas Spanyol.
Pemain keturunan Maroko ini bahkan berhasil menyabet dua penghargaan prestisius, yaitu Kopa Trophy dan Golden Boy, pada tahun 2024.
Baca Juga: Valentina Diouf ke Indonesia, Jakarta Elektrik PLN Dapatkan Spiker Berkelas Dunia
Tidak hanya itu, Yamal juga berperan besar dalam keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai EURO 2024, sebuah pencapaian yang jarang diraih pemain seusianya.
Di level klub, jebolan akademi La Masia ini tampil impresif sepanjang musim 2024-2025 dengan mencatatkan enam gol dan 12 assist dari 21 pertandingan di berbagai kompetisi.