Menurut Mendes, logika ini tidak adil. Setiap penghargaan seharusnya didasarkan pada kontribusi aktual di lapangan, bukan mempertimbangkan faktor usia atau asumsi potensi di masa depan.
Baca Juga: Skuad Persija Melangkah Optimis Bertandang ke Stadion Gelora Kie Raha Ternate
Meskipun talenta Yamal terus diakui, konsistensi menjadi tantangan besar bagi pemain muda ini.
Barcelona, klub tempat ia bernaung, memulai musim 2024-2025 dengan performa menjanjikan.
Namun, menjelang akhir tahun, performa tim asuhan Hansi Flick mulai menurun.
Baca Juga: Bali United Sambut Persebaya di Gianyar, Bertekad Raih Poin Kemenangan
Yamal telah menjadi salah satu pemain andalan Flick di berbagai kompetisi.
Sayangnya, intensitas pertandingan membuat sang winger muda rentan cedera.
Ia tercatat dua kali harus menjalani perawatan medis hanya dalam setengah musim pertama.
Baca Juga: Inter Milan vs Cagliari: Data dan Fakta Menarik Menjelang Laga Akhir Tahun
Dengan jadwal pertandingan yang diprediksi semakin padat pada paruh kedua musim, Barcelona perlu mencari cara untuk mengelola beban kerja Yamal.
Hal ini penting agar pemain muda bertalenta tersebut tidak kehilangan konsistensi dan terhindar dari risiko cedera serius.
Jorge Mendes berharap, sistem penghargaan sepak bola ke depan dapat lebih adil dan menghargai kontribusi pemain muda seperti Yamal.
Ia juga menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung perkembangan bakat-bakat muda agar mereka dapat mencapai potensi maksimal tanpa terhambat oleh cedera atau tekanan berlebih.