sepak-bola

Kisah Jay Idzes: Perjuangan Kakek dari Panti Asuhan hingga Membela Timnas Indonesia

Minggu, 29 Desember 2024 | 20:29 WIB
Jay Idzes menceritakan kisah perjuangannya yang besar di panti asuhan hingga mampu menjadi kapten Timnas Indonesia. (PSSI)

SportlinkNews - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, membagikan kisah inspiratif tentang perjuangan sang kakek yang berasal dari Semarang, tumbuh di panti asuhan, dan akhirnya memutuskan hijrah ke Belanda.

Meski kini ia bermain untuk Venezia FC di Italia Serie A, Idzes merasa panggilan untuk membalas jasa tanah leluhurnya dengan membela Timnas Indonesia sebagai bentuk penghormatan.

Dalam wawancara bersama Thom Haye melalui kanal YouTube The Haye Way, Jay mengungkapkan perjalanan hidup yang penuh makna, dari karier sepak bolanya hingga cerita keluarga.

Baca Juga: Kodai Naraoka Tersingkir di All Japan Badminton 2024, Akhiri Tahun dengan Kekecewaan

Pemain kelahiran Mierlo, Belanda, 2 Juni 2000 ini resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 28 Desember 2023 dan memulai debutnya bersama Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Vietnam, 21 Maret 2024, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jay Idzes memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya, yang lahir di Semarang pada 16 November 1939.

Dalam wawancaranya, Jay berbagi kisah menyentuh tentang bagaimana sang kakek melewati masa sulit di masa penjajahan Jepang.

Baca Juga: Real Madrid Tegaskan Solusi Lama untuk Krisis Bek Tengah, Tetap Andalkan Militao

“Saat dia lahir pada 1939, Indonesia dijajah Jepang,” ujar Jay.

Kakeknya dibesarkan di panti asuhan dan menghabiskan sekitar 10 tahun masa kecilnya di sana.

Meskipun berasal dari latar belakang yang sederhana, sang kakek bekerja keras untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Baca Juga: Liga Prancis Sindir Cristiano Ronaldo, Angkat Prestasi Lionel Messi sebagai Pembelaan

“Kakek saya benar-benar datang dari ketiadaan, berjuang dari nol di Indonesia, hingga akhirnya memutuskan pindah ke Belanda bersama nenek saya untuk kehidupan yang lebih baik,” ungkap Jay.

Selain sang kakek, nenek Jay juga berasal dari Jakarta. Mereka berdua memutuskan hijrah ke Belanda pada 1964, ketika usia mereka berkisar antara 20 hingga 25 tahun.

Halaman:

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB