Sportlinknews - Napoli hanya menang tipis 1-0 atas tim promosi Venezia. Dalam laga Serie A di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu (29/12), Romelu Lukaku tak berkutik ditempel Jay Idzes.
Manajer Venezia Di Francesco menempatkan Jay Idzes sebagai bek tengah dalam skema 3-4-1-2. Pemain timnas Indonesia ini bertugas mengawal bomber Napoli Romelu Lukaku.
Pertarungan sengit antara Jay Idzes dan Lukaku terhampar selama 90 menit. Jay Idzes meski bertubuh lebih kecil menjalankan tugasnya dengan baik dalam mematikan Lukaku.
Baca Juga: Juventus 2-2 Fiorentina: Thiago Motta Ungkap Kekurangan Si Nyonya Besar
Drama keduanya menarik perhatian. Lukaku tampak kerepotan untuk melepaskan diri. Bahkan Napoli butuh waktu 79 menit untuk menjebol gawang Venezia. Itu pun lewat akselerasi Giancomo Raspadori bukan Lukaku.
"Lukaku adalah pemain yang pandai berkomunikasi dengan rekan setimnya dan mendekatinya. Ia menciptakan ruang, kami tahu itu, tetapi kami harus menciptakan banyak kandang bagi banyak pemain yang dimiliki Napoli. Kami harus bermain sebagai satu tim," kata Di Francesco dilansir tuttoveneziasport.
Secara keseluruhan, Idzes menunjukkan potensi besar sebagai bek tengah, tetapi insiden kecil seperti handball membuktikan bahwa tekanan di Serie A membutuhkan konsentrasi maksimal sepanjang laga.
Baca Juga: Kaget Dipecat Milan, Paulo Fonseca: Inilah Hidup
Jay terbilang sukses mematikan gerakan Lukaku. Namun, insiden handball pemain Indonesia itu mendapat sorotan tajam dari media Italia, repubblica dan tuttoveneziasport.
Drama Penalti yang Menjadi Momen Krusial
Pada menit ke-20, Napoli mendapatkan penalti setelah tembakan Matias Olivera dianggap mengenai tangan Jay Idzes di kotak penalti. Wasit Francesco Cosso tak ragu menunjuk titik putih, meskipun keputusan tersebut memancing perdebatan di kalangan pemain Venezia.
Lukaku maju sebagai algojo. Namun, sepakannya berhasil ditepis
kiper Filip Stankovic. Penyelamatan ini sempat memberi harapan bagi Venezia untuk mencuri poin di kandang Napoli.
Baca Juga: Latihan di Ketinggian: Kelebihan, Kekurangan, dan Perannya dalam Sport Science
Ini merusak rekor Lukaku yang hampir sempurna dari titik penalti, setelah sebelumnya mengonversi 38 dari total 44 penalti dalam karier bermainnya.
Itu termasuk 15 di Serie A, hanya gagal mengalahkan Wladimiro Falcone saat Roma mengalahkan Lecce 2-1 pada November 2023.