Langkah tersebut mengisyaratkan bahwa Zirkzee tidak lagi menjadi bagian dari strategi Amorim untuk memperbaiki performa tim.
Baca Juga: Crew Chief Sosok Penting di Balik Kemenangan Pembalap MotoGP
Kondisi ini mendorong Manchester United membuka peluang bagi klub lain yang ingin merekrut Zirkzee.
Juventus menjadi salah satu tim yang menunjukkan minat besar terhadap pemain berusia 23 tahun tersebut.
Bahkan, Setan Merah dikabarkan siap mempermudah transfer Zirkzee ke Turin.
Baca Juga: Empat Pemain Absen, Liverpool Hadapi Tantangan Kontra Manchester United di Anfield
Namun, proses negosiasi antara kedua klub masih belum mencapai kata sepakat.
Juventus dilaporkan hanya ingin meminjam Zirkzee hingga akhir musim tanpa kewajiban membeli.
Sementara itu, Manchester United menginginkan klausul peminjaman yang disertai opsi pembelian permanen.
Baca Juga: Maverick Vinales Bersiap Mengukir Sejarah Baru Bersama KTM Tech3
Bagi Manchester United, melepas pemain seperti Zirkzee adalah bagian dari upaya mereka untuk merombak skuad dan mengatasi krisis yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Juventus melihat Zirkzee sebagai tambahan kekuatan di lini depan mereka untuk menghadapi sisa musim.
Joshua Zirkzee sendiri sebelumnya didatangkan ke Manchester United dengan harapan besar untuk menjadi opsi utama di lini serang.
Baca Juga: Peluang Manchester United Degradasi Hanya 0,0015 Persen, Ini Penjelasannya
Namun, performanya yang tidak konsisten dan kurangnya kepercayaan dari pelatih membuat masa depannya di Old Trafford semakin tidak pasti.