"Apakah dia sudah kehilangan akal? Mengapa dia melakukan itu? Bukankah dia ditunjuk untuk membawa perubahan dan perbaikan?"
Baca Juga: 48 Atlet Pelajar Jakarta Banten Lolos Kualifikasi, Siap Berlomba di National Championship
Keys juga menilai bahwa semua media di Inggris, baik televisi, radio, maupun surat kabar, sudah mengetahui kondisi buruk yang dialami Manchester United.
Oleh karena itu, komentar Amorim dinilai tidak memberikan solusi.
Lebih lanjut, Keys berpendapat bahwa pernyataan Amorim seolah menunjukkan bahwa ia ingin segera dipecat oleh manajemen klub.
Baca Juga: Daihatsu Indonesia Masters 2025: Persiapan Mendadak Chiara Main Lepas, Hasilnya Tak Terduga
"Itulah alasan Anda berada di sana, Ruben. Tugas Anda adalah memperbaiki situasi, bukan mengeluh kepada kami," lanjutnya.
"Jika saya adalah pemilik klub, saya akan segera memanggilnya dan menanyakan apa yang sebenarnya dia inginkan."
Keys juga menyatakan bahwa pernyataan Amorim dapat merusak hubungan dengan para pemain yang dibutuhkannya untuk keluar dari keterpurukan.
Baca Juga: Daihatsu Indonesia Masters 2025: Raymond/Patra Susul Taklukkan Pasangan Malaysia
"Mengkritik para pemain yang Anda butuhkan untuk bangkit adalah langkah yang tidak bijak," kata Keys.
Hingga saat ini, Ruben Amorim telah memimpin Manchester United dalam 15 pertandingan di berbagai kompetisi.
Dari jumlah tersebut, ia hanya mampu mencatatkan enam kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Dengan performa yang kurang meyakinkan, spekulasi mengenai masa depan Amorim di Old Trafford semakin santer terdengar.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen klub.***