SportlinkNews - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengaku mengalami tekanan besar selama dua bulan menangani tim, hingga merasa seperti telah menua 10 tahun lebih cepat.
Amorim resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Manchester United pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag yang diberhentikan dari jabatannya.
Kehadiran pelatih asal Portugal ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi Setan Merah.
Baca Juga: Neymar Dipastikan Pulang ke Santos, Reuni dengan Lionel Messi di Inter Miami Makin Mustahil
Namun, sejak bergabung dengan klub raksasa Liga Inggris tersebut, performa Manchester United belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Amorim telah memimpin tim dalam 17 pertandingan di berbagai kompetisi, tetapi hanya mampu meraih 8 kemenangan.
Sisanya, Manchester United harus puas dengan 2 hasil imbang dan 7 kekalahan.
Baca Juga: Pelatih Shin Tae-yong Terima Pesangon Rp 58,4 Miliar, Doakan Indonesia Bisa Ikut Piala Dunia
Akibatnya, posisi mereka di klasemen Liga Inggris pun masih jauh dari harapan.
Saat ini, Bruno Fernandes dan kawan-kawan tertahan di peringkat ke-12 dengan raihan 29 poin dari 23 pertandingan.
Selain menghadapi tantangan di lapangan, Amorim juga harus menangani berbagai konflik internal, salah satunya dengan Marcus Rashford.
Baca Juga: Megawati Melambung di Mega Day, Red Sparks Bukukan 13 Kemenangan Beruntun
Pemain asal Inggris itu dikabarkan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan sang pelatih karena dianggap kurang berdedikasi kepada klub.
Situasi tersebut membuat Amorim mengambil keputusan untuk mencoret Rashford dari skuad utama.