Sportlinknews - Jairo Riedewald yang membela Antwerp FC terjerat masalah. Calon pemain naturalisasi Indonesia itu terancam sanksi larangan tiga pertandingan.
Pertandingan antara Royak Antwerp FC dan STVV di Liga Belgia, Minggu (26/1) berlangsung sengit. Di ujung laga Jairo Riedewald diusir keluar lapangan.
Pemain berusia 28 tahun itu kedapatan memukul wajah lawannya, Joel Chima Fujita (STVV). Tanpa tadeng aling, wasit langsung memberinya kartu merah.
Akibat ulangnya tersebut, Kantor kejaksaan Asosiasi Sepak Bola Belgia (KBVB) ingin menjatuhkan skorsing tiga pertandingan kepada Jairo Riedewald.
Lampu padam untuk Riedewald di perpanjangan waktu pertandingan melawan STVV, setelah pelanggaran sebelumnya oleh rekan setimnya Odoi.
Ia kemudian memegang bola dalam upaya untuk memperlambat permainan. Ketika Fujita merebut bola darinya, Riedewald membalas dengan memukul wajah pemain Jepang itu. Wasit Kevin Van Damme meraih saku belakang dan mengusirnya.
Baca Juga: Tribute to The Daddies, Hendra/Ahsan Sampaikan Salam Perpisahan di Final Indonesia Masters 2025
Kantor kejaksaan federal meninjau gambar VAR dan memutuskan hal yang sama seperti wasit. Selain tiga hari pertandingan, ada juga ancaman skorsing pada hari pertandingan dengan penangguhan dan denda 3.500 euro atau sekitar Rp 59,5 juta.
"Selain sanksi tiga pertandingan, ada tambahan denda 3.500 euro," tulis GVA.
Hukuman itu membuat Riedewald baru bisa bertanding setidaknya pada pertengahan atau akhir Februari mendatang.
Baca Juga: Air Jordan 5 Black Metallic Mengambil Inspirasi Pesawat Tempur Perang Dunia II Amerika
Di satu sisi, waktu kurang lebih dua hingga tiga pekan selama Riedewald tidak bertanding dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses naturalisasi.
Saat ini, nama Riedewald masuk ke dalam kandidat naturalisasi pemain Timnas Indonesia. Jika tak ada aral melintang, eks pemain Crystal Palace itu diharapkan bisa segera memperkuat tim Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.