Ia berada di belakang Marco van Basten (125 gol), Clarence Seedorf (62), Ruud Gullit (56), dan Frank Rijkaard (26).
Baca Juga: Atletico Madrid Tanpa Bek Kunci Untuk Pertarungan Melawan Real Madrid
Namun, pencapaian itu tidak membuat Reijnders merasa bangga.
Baginya, satu gol yang ia cetak tidak cukup berarti karena Milan hanya mendapatkan hasil imbang dalam derby penting ini.
"Merupakan hal spesial bisa bermain untuk klub ini," kata Reijnders dalam wawancara dengan DAZN.
Baca Juga: Balotelli Merapat ke Venezia Main Bareng Kapten Timnas Indonesia
"Ini luar biasa, terutama mengingat banyaknya pemain Belanda hebat yang pernah bermain di sini sebelum saya."
"Sayangnya, gol saya tidak cukup untuk membawa tim meraih kemenangan," lanjutnya.
Setelah hasil imbang melawan Inter, Tijjani Reijnders juga menyoroti performa timnya di musim ini.
Baca Juga: Roma 1-1 Napoli: Angelino Menyakitkan Pemimpin Klasemen di Ujung Laga
Menurutnya, Milan harus memiliki mentalitas yang lebih kuat jika ingin tampil lebih konsisten di Serie A.
"Kami perlu membawa mentalitas seperti ini di setiap pertandingan, bukan hanya hari ini," ujar pemain berdarah Maluku tersebut.
"Kami harus lebih sering bermain dengan semangat juang seperti ini karena itu akan membuat segalanya lebih mudah bagi kami."
"Hari ini kami berjuang keras, tetapi sayangnya kami kebobolan di menit-menit terakhir," pungkasnya.
Dengan tambahan satu poin dari Derby Milan, AC Milan masih harus berusaha keras untuk tetap bersaing di papan atas klasemen Serie A 2024-2025.***