sepak-bola

Erick Thohir: Jangan Ada Intimidasi Wasit

Senin, 3 Februari 2025 | 16:44 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

SportlinkNews - Berusaha meningkatkan kualitas kompetisi di Indonesia, PSSI pertegas jangan ada intimidasi wasit, terutama di Liga 2. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat menghadiri Liga 2 Mid-Season Debriefing, Preparation, and PSSI President's interaction, Senin, 3 Februari 2025, di Jakarta.  

Bila ada melakukan tindakan intimidasi kepada wasit, Erick meminta agar para wasit, terutama yang memimpin pertandingan di Liga 2, segera melaporkannya. Pihaknya mengaku akan menjamin keselamatan wasit tersebut.

"Silakan wasit-wasit menjadi whistle blower atau pelapor pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan sepak bola dalam hal ini di Liga 2. Kami akan memastikan kesejahteraan untuk wasit yang bertugas agar tidak ada intervensi dari pihak manapun saat memimpin pertandingan," ujarnya.

Baca Juga: Kalah Telak 0-4 dari Slovenia, Indonesia Kembali Turun Kasta di Piala Davis 2025

Hal tersebut dinilainya bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Menjadikan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa sekaligus membawa marwah bangsa kita di dunia internasional.

"Kita sekarang sedang membangun sepak bola Indonesia, ini marwah bangsa kita, sepak bola membuktikan bisa mempersatukan bangsa. Saya minta semua menjadi whistle blower, kita taruh nomor telepon kalau ada yang melakukan aksi intimidasi segara laporkan ke saya" kata Erick kembali menegaskan.

"Jadi tolong di sisa pertandingan (Liga 2) ini, kalian jaga kepercayaan saya. Liga dan PSSI saya harapkan full support," pungkasnya.

Belum adanya VAR di pertandingan Liga 2 membuat keputusan wasit rentan terhadap intimidasi dan godaan. PSSI pun menegaskan pihaknya dibutuhkan wasit yang tegas dan fair play dalam mengambil keputusan agar sepak bola Indonesia menjadi lebih baik.

Baca Juga: Deretan Gol Tercepat dalam Sejarah Liga Primer Inggris, Bukan Salah atau Haaland

Contoh kasus intimidasi wasit terjadi di pekan terakhir penyisihan grup Liga 2 pada Januari lalu, di pertandingan Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, saat perebutan tiket terakhir menuju 8 Besar. Tensi panas terjadi dipertandingan tersebut setelah hasil imbang 1-1.

Situasi ricuh setelah terjadinya gol kontroversi Persibo lewat Amir Hamzah di menit-menit terakhir pertandingan. Padahal saat itu Deltras sempat memimpin 1-0 lewat gol Emerson Carioca.

Para pemain Deltras menilai gol Amir itu tidak sah karena diduga terjadi pelanggaran dalam prosesnya. Para pemain pun mengerubungi wasit untuk meminta penjelasan.

Namun, aksi protes itu menjalar ke suporter, hingga membuat mereka turun ke lapangan. Wasit menjadi target utama amarah suporter yang merasa kecewa dengan hasil pertandingan.

Kericuhan itu sempat membuat pertandingan terhenti sesaat jelang akhir permainan, sebelum akhirnya wasit diamankan.

Tags

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB