Label Made in Germany memiliki makna besar.
Setiap pasang dibangun di pabrik historis adidas di Scheinfeld, yang berdiri sejak 1959 dan menjadi rumah produksi sepatu para pemain top dunia.
Di tempat inilah Gunmetal Mania versi terbaru disempurnakan, menempatkannya kembali sebagai salah satu mahakarya dalam dunia sepatu bola.
Baca Juga: Statistik Wasit Menguntungkan Sassuolo? Jay Idzes Siap Tantang Como
Lebih dari sekadar warna, Gunmetal adalah simbol budaya sepak bola.
Ia menjadi penanda masa ketika Predator bukan hanya sepatu, tetapi sebuah ikon.
Dua puluh tahun setelah kemunculan perdananya, Predator Mania “Gunmetal” tetap menjadi rilisan yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Artikel Terkait
Arema FC Datang Pincang, Malut United Incar Kemenangan di Kie Raha
Real Madrid Mundur, Liverpool Makin Optimistis Pertahankan Ibrahima Konate
Hasil Super League: Persija Jegal PSIM Yogyakarta, Raih Tiga Poin di Hadapan Ribuan Jakmania
Arne Slot Terancam Dipecat, Liverpool Siapkan Jalan Pulang untuk Jurgen Klopp
DPP Perbasi dan IBL Berkolaborasi dengan BNN, Lindungi Atlet Basket dari Bahaya Narkoba