Sebagai sepatu retro, sepatu ini diperbarui dengan bentuk atasan rendah, dilengkapi dengan sepatu boot musim dingin, dibuat untuk bisbol, dan dilengkapi kembali sebagai sepatu golf.
Sejarah Air Jordan 9
Air Jordan 9, dirancang oleh Tinker Hatfield, dengan bantuan Mark Smith, mendobrak batasan dalam desain.
Sepatu tersebut menceritakan kisah Michael Jordan sebagai “Ikon Internasional” yang menampilkan bahasa asing dari tumit hingga ujung kaki di bagian outsole.
Sebanyak enam bahasa berbeda muncul di sol sepatu. Dengan bantuan grafis dan bahasa asing, sol sepatu tersebut menceritakan kisah bagaimana bola basket menjadi permainan internasional dan MJ menjadi duta global untuk olahraga tersebut.
Baca Juga: Peserta DBL Camp 2024 Bakal Dibimbing Pelatih Basket Top Australia
Air Jordan 9 akan menjadi Air Jordan pertama yang tidak dipakai Mike dalam pertandingan NBA, tetapi hal itu tidak menghalangi para penggemar untuk melihatnya berdiri.
Jordan akan mengenakan Jordan 9 dalam bentuk cleat sepanjang musim bermain untuk Birmingham Barons. Meskipun ini mungkin sepatu pertama yang tidak ia kenakan di lantai NBA, itu juga merupakan sepatu Air Jordan pertama yang diberikan kepada pemain individu dalam bentuk PE (Edisi Pemain).
Latrell Sprewell, Mitch Richmond, BJ Armstrong, Anfernee Hardaway, Kendall Gill, dan Harold ‘Baby Jordan’ Miner menerima Air Jordan 9 dengan nomor mereka sebagai pengganti tanda tangan ’23’ di bagian tumit.
Air Jordan 9 muncul di layar perak yang ditampilkan dalam film Space Jam tahun 1996 dan kemudian dipakai oleh MJ selama pertandingan terakhirnya di NBA bersama Washington Wizards.
Inspirasi Global
Desain Air Jordan 9 mengambil inspirasi dari berbagai budaya global, yang mencerminkan dampak internasional dari ketenaran Michael Jordan.
Sneaker ini menampilkan detail rumit yang menampilkan pengaruh dari Jepang, tempat popularitas MJ melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Desain dinamisnya menggabungkan elemen arsitektur dan seni tradisional Jepang, menjadikan Air Jordan 9 perpaduan antara bola basket dan estetika global.
Artikel Terkait
Pemain Muda Liverpool Ambil Alih Kendali Revolusi dengan Satu Trik pada Satu Waktu
Sirkuit Shanghai Kembali Jadi Arena Balap F1, Siapa yang Bakal Menang?
Daftar Lengkap Tim Thomas Cup 2024: Indonesia Mengejar Status Negara Tersukses di Dunia
Ini Skuad Piala Thomas dan Uber Indonesia
Tangerang Hawks Diperkuat Morakinyo Williams, Jawara Top Rebounds IBL Musim 2023
Hebat, Triathlon Indonesia Raih 2 Emas T100 World Triathlon Tour Singapore 2024