CEO Adidas di Yeezy, Samba, dan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 2 Mei 2024 | 07:05 WIB
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menimbulkan emosi yang serius ketika dia mengenakan Adidas Sambas pada bulan April. (instagram)
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menimbulkan emosi yang serius ketika dia mengenakan Adidas Sambas pada bulan April. (instagram)

“Kami berasumsi bahwa kami tidak akan mendapat untung lagi dari inventaris Yeezy,” kata Bjorn Gulden.

Kecuali Yeezys, tidak ada sneaker Adidas pada dekade ini yang lebih keren dari Samba, model retro yang mengalami kelahiran kembali berkat kolaborasi besar dan penandatanganan bersama dari trendsetter seperti ASAP Nast dan Frank Ocean.

Namun saat kita mencapai puncak Samba, Adidas mengatakan bahwa model Campus sedang mengejar ketinggalan.

Adidas menjual sepatu Yeezy senilai sekitar $161 juta pada kuartal pertama. (complex)

“Kampus sebenarnya menjual lebih banyak daripada Samba di pasar-pasar tertentu,” kata Bjorn Gulden melalui telepon, “dan juga menjadi tren yang sangat, sangat tinggi di media sosial.”

Dalam presentasinya, Adidas menunjukkan grafik yang menjadikan Kampus Adidas sebagai sepatu gaya hidup yang paling banyak dicari dari berbagai merek pada Maret 2024. Grafik Adidas menunjukkan Samba dan Gazelle masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga.

Bjorn Gulden mengatakan bahwa Adidas menggunakan metrik ini untuk menentukan apakah suatu sepatu menjadi jenuh atau tidak, dan mengalokasikan produk sesuai dengan itu.

Baca Juga: Tim Uber Indonesia Ketemu Thailand di Perempat Final

Berbicara tentang Sambas, apa pendapat CEO Adidas mengenai dukungan kontroversial Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak terhadap sepatu sepak bola klasik dalam ruangan? Bjorn Gulden bersikap diplomatis ketika ditanya.

“Siapa pun di dunia bisa memakai produk kami dan saya akan senang jika mereka memakainya,” kata Gulden.

Resi Sunak Mengenakan Sambas
Sunak mengenakan sepasang Sambas pada bulan April, saat diwawancarai tentang kebijakan perpajakannya, sehingga memicu respons yang intens di media sosial.

Episode itu, di mata banyak komentator, merupakan pukulan terakhir terhadap kemiripan keren yang masih dimiliki Samba. Sunak yang terkikik kemudian mengeluarkan permintaan maaf yang keji kepada komunitas Samba karena merusak sepatu tersebut.

Meskipun mendapat reaksi keras, CEO Adidas mengatakan bahwa dukungan perdana menteri tersebut adalah cerita lucu yang tidak berdampak sama sekali pada status sepatu tersebut, baik negatif atau sebaliknya.

 

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: complex.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X