SportlinkNews - Adidas mengumumkan hasil kuartal pertama tahun 2024 pada hari Selasa (30/4). Bjorn Gulden menanggapi berita utama Three Stripes mengenai laporan pendapatan terbaru.
Adidas melaporkan peningkatan delapan persen dalam pendapatan netral mata uang dan peningkatan 20 persen untuk bisnis langsung ke konsumen.
Merek pakaian olah raga asal Jerman tersebut mengatakan bahwa mereka melihat pertumbuhan yang kuat pada kuartal ini di setiap pasar kecuali Amerika Utara, dimana mereka mencatat penurunan sebesar empat persen yang menurut Adidas disebabkan oleh lemahnya penjualan di saluran grosir.
Baca Juga: New Balance Bikin Sepatu Skate Terbesar di Dunia
CEO Adidas Bjorn Gulden menjelaskan melalui telepon konferensi dengan media bahwa Adidas berupaya meningkatkan inventarisnya di Amerika. Dia yakin penjualan Adidas akan meningkat di Amerika Utara pada paruh kedua tahun ini.
“Kami tidak menjual produk yang tepat pada awal tahun 23,” kata Bjorn Gulden dilansir complex.com.
"dan hal ini telah menyeret penjualan kami ke banyak pengecer Amerika untuk jangka waktu yang lama,” lanjutnya.
Baca Juga: Thomas Cup 2024: Gagal Sumbangkan Poin Perdana untuk Indonesia, Anthony Ginting Ungkap Penyebab
Selain menelusuri hasil keuangan Adidas, Bjorn Gulden juga menanggapi beberapa tren dan berita utama Three Stripes baru-baru ini. Di sini, dari telepon tersebut, adalah pendapatnya tentang bisnis Yeezy, Nike yang memburu Jerman dari Adidas, dan kecocokan Rishi Sunak yang terkenal itu.
Penjualan Adidas Yeezy pada tahun 2024
Ya, Adidas masih menjual Yeezys. Perpecahan yang tidak pernah berakhir akan terus mereda pada tahun 2024 ketika Adidas melepas sisa inventaris Yeezy senilai $215 juta.
Baca Juga: Mosi Tak Percaya Kepada KONI Jateng, Pelatda PON 2024 Cabor Taekwondo Akan Bubar
Adidas menjual sepatu Yeezy senilai sekitar $161 juta pada kuartal pertama, dan memperkirakan akan menjual sepatu kets Ye’s senilai sekitar $376 juta pada tahun fiskal 2024.
Angka tersebut naik dari proyeksi terakhir Adidas yang menyebutkan pendapatan Yeezy pada tahun 2024 sebesar $268 juta.
Berdasarkan siaran pers yang mengumumkan hasilnya, Adidas berencana untuk menjual sisa inventaris Yeezy-nya dengan biaya tertentu, dan tidak mengantisipasi penjualan mendatang yang berkontribusi terhadap keuntungan perusahaan selama sisa tahun 2024.