SportlinkNews - Modifikasi perilaku yang menyertai puasa intermiten Ramadan (RIF) biasanya dikaitkan dengan beberapa perubahan dalam respons metabolik, fisiologis, dan psikologis atlet yang dapat memengaruhi performa olahraga.
Atlet Muslim yang berlatih atau bertanding selama puasa sebulan penuh harus menerapkan strategi penanganan yang memungkinkan mereka mempertahankan kebugaran fisik dan motivasi jika mereka ingin tampil di level tertinggi.
Tinjauan terbaru ini bertujuan untuk menyajikan status pengetahuan terkini tentang dampak RIF pada latihan dan performa, dengan fokus pada faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap dampak Ramadan pada performa latihan: pembatasan energi, kurang tidur, gangguan ritme sirkadian, dehidrasi, dan perubahan beban latihan.
Baca Juga: Dampak Puasa Ramadan Terhadap Performa Olahraga
Literatur yang tersedia hanya berisi sedikit penelitian yang telah meneliti dampak RIF pada performa fisik atlet. Hingga saat ini, hasilnya belum meyakinkan, sehingga dampak RIF pada hasil kompetisi saat ini belum sepenuhnya dipahami.
Berbagai temuan tersebut mungkin menunjukkan perbedaan individu dalam kemampuan beradaptasi dan strategi penanganan yang dihasilkan sendiri oleh atlet selama puasa dan latihan.
Namun, hasil dari sejumlah kecil penelitian terkontrol dengan baik yang telah meneliti dampak Ramadan terhadap performa atletik menunjukkan bahwa beberapa aspek kebugaran fisik terpengaruh secara negatif, dan jika terjadi penurunan, biasanya hanya sedikit.
Baca Juga: Bulan Ramadan Terberat Megawati, Tetap Puasa Meski 2 Pemain Inti Red Sparks Cedera
Perasaan subjektif kelelahan dan indikator suasana hati lainnya sering dikutip sebagai implikasi stres tambahan pada atlet selama Ramadan.
Tapi sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor ini mungkin tidak mengakibatkan penurunan performa dan intensitas latihan yang dirasakan tidak mungkin meningkat ke tingkat yang signifikan.
Bukti terkini dari penelitian yang baik dan terkontrol dengan baik mendukung kesimpulan bahwa atlet yang menjaga asupan energi dan makronutrien total, beban latihan, komposisi tubuh, serta lama dan kualitas tidur tidak mungkin mengalami penurunan performa yang substansial selama Ramadan.
Baca Juga: Putri Mohamed Salah Tampil Perdana di TV Selama Ramadan
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak RIF pada acara atau protokol latihan yang paling menantang dan pada atlet elit yang berkompetisi di lingkungan yang ekstrem.
Artikel Terkait
Pendukung Ultras Milan Ngamuk Menyerang Skuad dan Pemilik Klub
Milan Dibekuk Bologna, Conceicao Semprot Wasit tapi Marah Besar dengan Media
Bintang Barcelona Akui Kesalahan Besar di Liga Champions Menghantuinya
Telan 5 Kekalahan Beruntun, Leicester Berada di Zona Maut
Hi Pass Taklukkan Hyundai Hillstate, Selamatkan Megawati Dkk Bertahan di Posisi Kedua