SportlinkNews - Atlet sekolah menengah dengan ADHD butuh waktu lebih lama untuk pulih dari gegar otak akibat olahraga, menurut sebuah studi baru.
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas.
Gangguan ini dapat dialami sejak anak-anak hingga dewasa, dan seringkali tidak terdeteksi atau ditangani dengan tepat, menyebabkan dampak negatif pada kehidupan penderitanya.
Baca Juga: Bagaimana Sains, Matematika, dan Teknologi Dapat Mendorong Perenang ke Tingkat Lebih Tinggi
Mereka yang mengalami gegar otak butuh waktu sekitar 16% lebih lama untuk kembali ke kelas dan 17% lebih lama untuk kembali berolahraga, dibandingkan dengan atlet tanpa ADHD, menurut laporan para peneliti pada 29 April 2025 di Journal of Athletic Training.
Hal ini mengkhawatirkan karena atlet dengan ADHD dianggap lebih rentan mengalami gegar otak berulang kali, kata Steven Broglio, direktur University of Michigan Concussion Center, dalam sebuah rilis berita.
"Diyakini bahwa mereka yang mengalami ADHD cenderung tidak terlalu memperhatikan lingkungan sekitar dan pemain lain saat berpartisipasi dalam olahraga," kata Broglio, yang meninjau temuan tersebut.
Baca Juga: Rating Pemain Real Madrid 2-1 Mallorca: Dua Pemain Berusia 20 Tahun Tampil Menonjol
"Dalam kasus tersebut, mereka mungkin tidak dapat menahan atau menghindari benturan kepala yang mengakibatkan gegar otak dengan tepat."
Untuk penelitian ini, para peneliti dari University of Hawaii melacak hasil dari 935 atlet di 60 sekolah menengah atas setempat yang mengalami gegar otak antara tahun ajaran 2010 dan 2018.
Dari kelompok tersebut, 78 siswa mengatakan bahwa mereka menderita ADHD. Para peneliti membandingkan pemulihan mereka dengan yang lainnya.
Baca Juga: CEO Barito Putera Kasih Motivasi Keras ke Pemain Jelang Laga Pekan ke-33 Liga 1 2024/2025
Secara keseluruhan, atlet ADHD membutuhkan waktu rata-rata 13 hari untuk kembali ke kelas dan 21 hari untuk kembali berolahraga setelah gegar otak, dibandingkan dengan 11 dan 18 hari untuk atlet tanpa ADHD, menurut hasil penelitian.
"Berdasarkan temuan penelitian, penyedia layanan kesehatan perlu mengenali ADHD sebagai faktor risiko pemulihan gegar otak yang berkepanjangan," jelas Broglio.
Artikel Terkait
Komentar Tak Terduga Pelatih Bologna Usai Juara Coppa Italia
Campur Tangan Bek Timnas Kevin Verdonk Peluang NEC ke Kompetisi Eropa Terbuka Lebar
Suami Serena Williams Tanam Uang ke Chelsea Rp 389 Miliar
Ronaldo Diusir Penggemar, Pergi Sana Al-Nassr Tak Butuh Kamu!
Ole Romeny Tampil Keren dengan Pakaian Jalanan yang Berkelas Bukan Bermerek