SportlinkNews - Banyak hal telah berubah dalam komunitas Seni Bela Diri selama bertahun-tahun. Era Ninja Turtles, Karate Kid, dan Power Ranger telah berlalu.
Semua itu tergantikan oleh gim video daring yang telah memberi semakin banyak orang pandangan berbeda tentang apa yang mereka harapkan.
Lebih penting lagi, mengajarkan anak yang rentan secara emosional dengan membentuk nilai inti mereka untuk 'mendominasi' anak lain dengan memukulnya hingga jatuh ke tanah, atau saat mereka terbaring tak berdaya, tanpa menunjukkan keinginan untuk melawan, bukanlah semangat seni bela diri sejati.
Baca Juga: Cara Membantu Perenang Memenangkan Perlombaan
Dalam situasi kehidupan nyata, terkadang kekuatan penuh diperlukan, dan seni bela diri yang diajarkan di sini bisa sangat efektif, bahkan bisa sangat menghancurkan.
Perbedaannya tidak perlu mengajari anak-anak untuk memukul dan terus memukul seseorang setelah ia menyerah dan tidak mampu membela diri. Tidak ada yang mendekati semangat seni bela diri yang sesungguhnya.
Reveal Martial Arts mengungkapkan tujuannya bukanlah untuk mengajarkan siswa menjadi anak-anak paling tangguh atau paling tangguh di lingkungan seperti Cobra Kia.
Tapi untuk memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk membela diri dengan keahlian yang terbukti dan efektif.
Baca Juga: Teknologi Informasi Olahraga: Perlukah Pendidikan Spesialis?
Jangan salah paham, dunia ini memang buruk dan ada banyak orang jahat di luar sana, dan seseorang harus membalas kekerasan dengan kekerasan untuk bertahan hidup.
Namun, program seni bela diri sejati bukanlah tentang menggunakan kekuatan semaksimal mungkin, melainkan tentang mengajarkan siswa bagaimana menggunakan kekuatan secukupnya untuk melindungi diri sendiri.
Apakah ini berarti kurikulumnya "dilunakkan"?
Tidak di sekolah ini. Reveal Martial Arts mengajarkan beragam disiplin seni bela diri, mulai dari latihan jurus hingga sparring bebas dengan perlengkapan lengkap, pertarungan senjata dan tongkat, hingga pemecahan papan.
Setiap sistem disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa yang mengikuti kelas di sini. Metode pertahanan diri yang praktis dan ilmiah ini tidak diajarkan untuk semua usia atau tingkatan sejak awal karena rumit dan menantang.
Artikel Terkait
Coaching Clinic Wushu Jakarta Martial Arts Extravaganza Momentum Persatuan Atlet menuju Prestasi
De Gea Akhirnya Diberikan Ucapan Selamat Tinggal di Old Trafford 12 Bulan Setelah Bergabung dengan Fiorentina
KONI Sumsel Geruduk Permenpora: Pembinaan Atlet Terancam Mati Suri!
Sassuolo Perkenalkan Jay Idzes, Selamat Datang di Tim Hitam dan Hijau
Reaksi Suporter Asia Tenggara Setelah Timnas Putri Indonesia Diobok-obok Vietnam