Riset Terbaru Soroti Manfaat HIIT bagi Kesehatan Lansia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:38 WIB
Ilustrasi lansia melakukan latihan HIIT. (Pexels)
Ilustrasi lansia melakukan latihan HIIT. (Pexels)

SportlinkNews - Latihan interval intensitas tinggi atau high intensity interval training (HIIT) dinilai sebagai metode olahraga yang paling efektif untuk membantu menurunkan lemak tubuh sekaligus menjaga massa otot pada kelompok usia lanjut. Kesimpulan tersebut dihasilkan dari penelitian terbaru yang dipimpin akademisi University of the Sunshine Coast (UniSC).

Riset ini berfokus pada pengaruh perbedaan intensitas latihan terhadap komposisi tubuh lansia sehat. Para peneliti menelaah bagaimana latihan dengan tingkat intensitas tinggi, sedang, dan rendah memengaruhi keseimbangan antara lemak dan massa otot seiring bertambahnya usia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tingkat intensitas latihan memberikan dampak penurunan lemak tubuh dalam jumlah terbatas. Namun, hanya latihan HIIT yang terbukti mampu mempertahankan massa otot tanpa lemak.

Baca Juga: Hasil Super League: Bhayangkara FC Hentikan Ambisi Malut United, Dua Gol Jebol Gawang Alan Jose

“Kami menemukan bahwa latihan dengan intensitas tinggi, sedang, maupun rendah sama-sama menghasilkan penurunan lemak tubuh secara moderat. Namun, hanya HIIT yang mampu menjaga massa otot tetap utuh,” ujar penulis utama penelitian sekaligus fisiolog olahraga UniSC, Dr. Grace Rose.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa latihan dengan intensitas sedang memang efektif menurunkan massa lemak, tetapi disertai penurunan kecil pada massa otot. Sebaliknya, latihan dengan intensitas tinggi dinilai lebih seimbang dalam memperbaiki komposisi tubuh.

“Latihan intensitas sedang menurunkan massa lemak, tetapi juga menyebabkan sedikit penurunan massa otot. Sementara latihan intensitas tinggi dan sedang sama-sama memperbaiki komposisi berat badan di area perut,” kata Rose, seraya menambahkan bahwa hasil latihan intensitas rendah masih memerlukan analisis lanjutan.

Baca Juga: Persija Sempat Dibikin Bingung Cara Terobos Pertahanan Persita

Menurut Rose, temuan ini penting karena komposisi tubuh memiliki kaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis seiring bertambahnya usia.

Studi tersebut melibatkan lebih dari 120 lansia sehat dari wilayah Greater Brisbane. Para peserta mengikuti sesi latihan di pusat kebugaran sebanyak tiga kali per pekan selama enam bulan.

Rata-rata usia peserta mencapai 72 tahun dengan indeks massa tubuh sekitar 26 kg/m², yang masih tergolong normal bagi individu berusia di atas 65 tahun.

Baca Juga: Lindungi Pemain Muda Bertalentanya, Arsenal Teken Perjanjian Prakontrak dengan Max Dowman

Dosen Madya Fisiologi UniSC sekaligus penulis pendamping, Mia Schaumberg, menyambut baik publikasi riset ini dalam jurnal Maturitas. Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dari Healthy Ageing Research Cluster UniSC dan University of Queensland.

“Dengan musim liburan yang telah berlalu dan resolusi tahun baru yang mulai dijalankan, riset ini dapat membantu masyarakat merencanakan pola hidup sehat menuju 2026,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Medical Xpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X