Olahraga yang Baik: Umur Panjang Terkait dengan Berenang, Tenis

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 4 April 2024 | 07:10 WIB
Rutin olahraga raket memiliki risiko kematian 47 persen lebih rendah selama penelitian sembilan tahun dibandingkan orang yang tidak rutin melakukan olahraga tersebut. (wallpapercave)
Rutin olahraga raket memiliki risiko kematian 47 persen lebih rendah selama penelitian sembilan tahun dibandingkan orang yang tidak rutin melakukan olahraga tersebut. (wallpapercave)

SportlinkNews - Banyak jenis olahraga yang dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian dini. Namun aktivitas seperti olahraga raket, berenang, dan aerobik tampaknya paling baik dalam meningkatkan peluang seseorang untuk mencegah kematian dini.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang dalam penelitian yang rutin melakukan olahraga raket memiliki risiko kematian 47 persen lebih rendah selama penelitian sembilan tahun dibandingkan orang yang tidak rutin melakukan olahraga tersebut.

Dan orang-orang yang rutin berenang memiliki risiko kematian dini 28 persen lebih rendah selama penelitian dibandingkan mereka yang tidak rutin berenang, demikian temuan para peneliti.

Baca Juga: Kiat Lari dari Ilmuwan Olahraga

Selain itu, orang yang rutin melakukan aerobik memiliki risiko kematian 27 persen lebih rendah selama sembilan tahun penelitian dibandingkan orang yang tidak rutin melakukan aktivitas tersebut, demikian temuan para peneliti.

“Temuan ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam olahraga tertentu mungkin mempunyai manfaat signifikan bagi kesehatan masyarakat,” tulis para peneliti di Institut UKK di Finlandia dan Universitas Sydney di Australia, dalam penelitian tersebut.

Dalam studi tersebut, para peneliti bertanya kepada lebih dari 80.000 orang apakah mereka telah berolahraga dalam sebulan terakhir dan, jika sudah, jenis olahraga apa yang telah mereka lakukan.

Orang-orang tersebut rata-rata berusia 52 tahun pada awal penelitian; para peneliti kemudian memantau para peserta rata-rata selama sembilan tahun. Selama penelitian, 8.790 peserta meninggal.

Orang yang rutin berenang memiliki risiko kematian dini 28 persen lebih rendah selama penelitian dibandingkan mereka yang tidak rutin berenang. (myfrugalfitness)

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang berenang, melakukan aerobik, atau bermain olahraga raket dalam sebulan terakhir pada awal penelitian, memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meninggal selama masa penelitian dibandingkan mereka yang tidak melakukan aktivitas tersebut dalam sebulan terakhir dimulainya studi.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang melaporkan bersepeda dalam sebulan terakhir pada awal penelitian, memiliki kemungkinan 15 persen lebih kecil untuk meninggal selama penelitian dibandingkan mereka yang tidak melaporkan bersepeda dalam sebulan terakhir pada awal penelitian.

Para peneliti juga menemukan bahwa peserta penelitian yang berlari atau jogging, dan mereka yang bermain sepak bola atau rugby tidak memiliki risiko kematian yang lebih rendah selama masa penelitian dibandingkan mereka yang tidak melakukan olahraga tersebut.

Namun, hasil tersebut tidak membuktikan bahwa melakukan jenis aktivitas fisik tertentu secara langsung menyebabkan orang hidup lebih lama, kata para peneliti. Sebaliknya, temuan tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas ini dan umur yang lebih panjang, kata studi tersebut.

Penelitian ini tidak melihat mengapa olahraga tertentu dapat membantu orang hidup lebih lama dibandingkan olahraga lainnya.

Editor: Suryansyah

Sumber: livescience

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB
X