SportlinkNews - Tekanan darah adalah ukuran seberapa kuat darah mendorong dinding pembuluh darah saat dipompa oleh jantung.
Tekanan darah yang sehat penting untuk memastikan organ tubuh mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.
Komponen Tekanan Darah
Tekanan darah terdiri dari dua angka:
- Sistolik: Angka atas, menunjukkan tekanan saat jantung berkontraksi dan memompa darah.
- Diastolik: Angka bawah, menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara detakan.
Contoh pembacaan tekanan darah adalah 120/80 mmHg, di mana 120 adalah sistolik dan 80 adalah diastolik.
Baca Juga: Georgina Rodriguez Tampil Retro 1990-an dengan Sepatu Pumps Cantik dan Gaun Blazer
Kategori Tekanan Darah
Menurut American Heart Association, kategori tekanan darah adalah:
- Normal: <120/80 mmHg
- Elevated: 120–129/
- Hipertensi Tahap 1: 130–139/80–89 mmHg
- Hipertensi Tahap 2: ≥140/90 mmHg
- Krisis Hipertensi: ≥180/120 mmHg
Baca Juga: Ternyata Ada Juara Dunia di Jakarta Martial Arts Extravaganza 2025
Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, dan otak jika tidak dikendalikan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi meliputi:
Baca Juga: Cetak 4 Gol 3 Pertandingan, Penyerang Vietnam-Amerika Patut Diwaspadai Timnas Indonesia di SEA Games
- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
- Gaya Hidup: Konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan stres.
- Keturunan: Riwayat keluarga dengan hipertensi.
- Kondisi Medis: Seperti diabetes dan penyakit ginjal.
Gejala dan Pentingnya Pemeriksaan Rutin
Hipertensi sering disebut "pembunuh diam-diam" karena jarang menunjukkan gejala.
Baca Juga: KONI Pusat dan Chandra Asih Edukasi Operasi Semut di Jakarta Martial Arts Extravaganza 2025
Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk deteksi dini.