sport-science

Dobrak Batas, NPC Indonesia Deteksi Potensi Calon Atlet dengan Sejumlah Alat Canggih

Rabu, 14 Mei 2025 | 19:00 WIB
Peserta program pencarian bakat olahragawan disabilitas melakukan asesmen di Martial Arts Arena, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sabtu 10/05/2025). ( NPC INDONESIA/Agung Wahyudi)

SportlinkNews - National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menggunakan sejumlah peralatan canggih untuk mendeteksi potensi calon atlet sepanjang program pencarian bakat bertajuk 'Mendobrak Batas' di 35 provinsi tahun ini.

Salah satu alat yang digunakan adalah perangkat analisis komposisi tubuh bernama Inbody S10.

Seri khusus yang bisa diaplikasikan untuk penyandang disabilitas ini berupa perangkat analisis komposisi tubuh portable yang menggunakan adhesive electrode agar bisa menyesuaikan disabilitas setiap calon atlet.

Baca Juga: Bagaimana Sains, Matematika, dan Teknologi Dapat Mendorong Perenang ke Tingkat Lebih Tinggi

Tim talent scouting NPC Indonesia, Muhammad Tasa Kasumbung, mengatakan penggunaan alat-alat ini sangat penting dalam proses pendeteksian calon atlet potensial. Inbody S10 digunakan untuk mengukur body fat dan komposisi muscle.

Tim talent scouting juga menggunakan alat sensor denyut jantung Polar H10 sebagai alat untuk mengukur denyut jantung dalam Target Aerobik Movement Test (TAMT), melengkapi terminologi pengukuran aerobik yang selain TAMT juga menggunakan metode 20 meter Pacer Test.

"Penggunaan alat-alat tersebut sangat penting karena dari calon atlet-atlet yang mengikuti talent scouting ini kan belum menjadi atlet, jadi dengan alat-alat ini kita bisa mengetahui (utamanya) komposisi tubuh yang menunjang untuk menjadi atlet yang nantinya akan dibina ke ranah internasional," kata Tasa Kasumbung, Senin (12/5).

Baca Juga: 7 Klub Inggris Merangsek ke Liga Elite Eropa, Begini Pembagian Jatahnya

Penggunaan alat-alat canggih itu dilengkapi dengan metode khusus yang mengadaptasi metode Brockport Physical Fitness Test dari Human Kinetics sebagai panduan tim talent scouting.

Tes-tes dalam metode tersebut mengedepankan evidence base yang disesuaikan pada disabilitas masing-masing calon atlet.

"Kami berharap dari proses ini bisa mendapatkan hasil klasifikasi yang sesuai dengan klasifikasi internasional sehingga calon atlet yang sudah kita dapatkan bisa direkomendasikan sesuai dengan kelas dan cabang olahraga yang tepat, untuk dibina di setiap daerah dan dibina di pusat," tutur Tasa Kasumbang.

Baca Juga: Ricky Nelson: Kalau Persija Mau Berprestasi Tahun Depan, JIS Harus Jadi Kandang

Mendobrak Batas di Medan
Sementara itu, program pencarian bakat 'Menembus Batas' sudah memasuki provinsi kelima. Tim talent scouting NPC Indonesia hadir di Sumatera Utara pada 9-11 Mei 2025.

Ada 160 atlet dari 16 kabupaten/kota se-Sumatera Utara yang ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung di Martial Arts Arena Sumut Sport Centre, Kota Medan.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB