Untuk memvisualisasikan dan melacak aliran cairan di sekitar tangan, tim menggunakan velocimetry citra partikel.
Teknik ini menaburkan partikel pelacak ke dalam cairan dan menangkap gerakannya melalui pasangan gambar digital yang dilacak oleh sistem kamera.
Hasilnya akan membantu menentukan posisi tangan terbaik untuk renang tercepat.
Baca Juga: Al Hilal Serius Dekati Lionel Messi, Siap Tawarkan Gaji Setara Cristiano Ronaldo
Kemudian para perenang akan berlatih untuk menguasai teknik-teknik baru ini.
Namun untuk melatih mereka, pelatih renang perlu mengetahui posisi tepat ibu jari dan jari-jari setiap atlet saat mereka berenang.
Tim tersebut tengah mengembangkan sarung tangan ringan yang akan mencatat posisi-posisi ini secara langsung.
Mahasiswa jurusan ilmu komputer Harper Callahan merancang sistem prototipe yang menggunakan sensor lentur di setiap sendi jari untuk melacak orientasinya.
Baca Juga: Manajer Jorge Martin Sebut Pembalapnya Bebas Kontrak 2026, Honda Bisa Jadi Pilihan Baru
Pekerjaan selanjutnya oleh mahasiswa jurusan ilmu informasi dan perpustakaan Lilly Nekervis mengambil desain asli Callahan dan menambahkannya ke tangan kayu yang fleksibel untuk memvalidasi keakuratan sensor.
Setelah pengujian, sensor akan diintegrasikan ke dalam sarung tangan untuk digunakan oleh para perenang.
USA Swimming juga tertarik untuk meningkatkan performa dalam renang di perairan terbuka.
AS belum pernah memperoleh medali dalam renang maraton putra atau putri sejak olahraga tersebut diperkenalkan untuk Olimpiade Musim Panas 2008.
Baca Juga: Erick Thohir Targetkan Timnas Putri Indonesia Lolos ke Piala Asia 2026 dan Bidik Piala Dunia
Tangki gelombang sepanjang 120 kaki milik Joint Fluids Lab dapat mensimulasikan kondisi lepas pantai dalam lingkungan yang terkendali, yang memungkinkan penelitian tentang dampak gelombang, arus, dan bahkan angin terhadap perenang.