sport-science

Cara Membantu Perenang Memenangkan Perlombaan

Selasa, 5 Agustus 2025 | 08:35 WIB
Dalam renang, kecepatan berevolusi seperti halnya kadensa pada kecepatan tinggi. (polytechnique)

Dalam renang, berbeda dengan olahraga "dayung" lainnya, perenang berperan sebagai perahu sekaligus dayung.

Klasifikasi dan kuantifikasi berbagai bentuk resistensi aktif untuk olahraga dayung sedang dilakukan.

Pemantauan Integral Perenang
Proyek ini dimulai pada tahun 2018 dalam kerangka ANR NePTUNE (ANR-19-STHP-0004). Kekhasan renang terletak pada ketiadaan peralatan (tanpa lambung perahu atau dayung, hanya tubuh atlet) dan adanya antarmuka air/udara yang membuat penggunaan peralatan menjadi kompleks.

Baca Juga: PBSI Gerak Cepat, Harry Hartono Gantikan Marleve yang Mendadak Mundur

Peralatan ini dapat mencakup unit inersia (kotak kecil kedap air seukuran koin €2 berisi giroskop dan akselerometer yang terpasang langsung pada perenang) dan sensor gaya. Sensor-sensor ini dapat mengganggu gerakan perenang dan bahkan memengaruhi perasaan mereka…

Untuk mendukung instrumen-instrumen ini, kolam INSEP telah dilengkapi dengan dua puluh kamera (yang merekam pada frekuensi 50 Hz).

Sepuluh kamera ditempatkan di permukaan setiap lima meter dan sepuluh di bawah air. Data yang ditangkap oleh kamera-kamera ini digunakan oleh program pembelajaran mesin untuk memantau para perenang.

Baca Juga: David Beckham di Antara Dua Wanita, Mantan Selingkuhannya Sebut Bintang Inggris Itu Pengecut

Pengukuran gaya digunakan untuk menjelaskan pengamatan fisika dan untuk menemukan parameter guna mengkarakterisasi posisi perenang serta kecepatan dan akselerasinya.

Salah satu topik utama adalah mempelajari start perenang, dan optimalisasi lintasannya.

Optimalisasi start bisa sangat rumit: perenang memulai dari air di atas bantalan, kemudian menembus permukaan dengan kecepatan tinggi relatif terhadap kecepatan renang, tenggelam sekitar satu meter di bawah air sebelum kembali ke permukaan, dan semua ini berlangsung dalam waktu karakteristik lima detik dan jarak horizontal 15 meter.

Untuk bagian pertama, cobalah untuk memahami sudut lepas landas terbaik yang seharusnya dimiliki perenang saat meninggalkan bantalan.

Baca Juga: Salah Satu Sepatu Retro Terlangka Michael Jordan Resmi Kembali

Lintasan udara yang mengikuti hingga perenang memasuki air kurang menarik dari sudut pandang fisika, karena dapat dijelaskan oleh persamaan klasik jatuh bebas (gesekan udara dapat diabaikan).

Yang penting dalam fase ini adalah orientasi yang akan diberikan perenang kepada tubuhnya untuk memasuki air dengan memutar pusat massanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB