SportlinkNews - Publik sepak bola Jerman harus menghadapi kenyataan pahit akibat datangnya badai krisis berlapis yang menerpa lini prestasi sekaligus tata kelola organisasi mereka. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) berada di bawah penyelidikan hukum yang serius setelah skuad kebanggaan mereka angkat kaki lebih awal dari Piala Dunia 2026.
Otoritas penegak hukum bergerak cepat melakukan tindakan penggerebekan massal guna mengusut tuntas skandal keuangan yang melibatkan perhelatan akbar dua tahun silam. Langkah hukum besar ini dilakukan tepat satu hari setelah tim nasional mereka dipastikan gugur di Piala Dunia 2026.
Berdasarkan laporan Bild, kepolisian setempat mengerahkan puluhan personel untuk memeriksa dokumen di markas besar DFB di Frankfurt. Fokus utama dari operasi tersebut adalah mencari bukti-bukti konkret mengenai adanya praktik suap dalam pelaksanaan Piala Eropa terdahulu.
Baca Juga: Ciuman Hangat Harry Kane Bawa Inggris ke Babak 16 Besar
Tindakan melanggar hukum tersebut diduga kuat melibatkan oknum penting di dalam tubuh GmbH selaku badan hukum bentukan konfederasi regional dan domestik. Beberapa pejabat tinggi ditengarai telah menyalahgunakan wewenang dengan memberikan imbalan ilegal kepada perwakilan dari wilayah penyelenggara.
"Penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan pemberian keuntungan yang tidak sah, termasuk tiket menonton pertandingan sepakbola, yang konon diterima seorang tersangka-yang saat itu bekerja untuk kota tuan rumah-dari pejabat entitas penyelenggara," kata Kantor Kejaksaan Bochum dan Kantor Investigasi Kriminal Negara Bagian North Rhine-Westphalia (LKA NRW) dalam pernyataannya.
"Pejabat dari entitas penyelenggara tampaknya menawarkan hak prioritas eksklusif kepada kota-kota tuan rumah untuk mendapatkan tiket. Kota-kota tuan rumah tersebut menggunakan sebagian dari hak tersebut dan memanfaatkan tiket-tiket tersebut dengan berbagai cara," ungkap kantor kejaksaan.
Baca Juga: Tidak Berani Mengambil Penalti: Momen Lebih Menyakitkan Bagi Jerman daripada Kekalahan
Skala operasi hukum ini tergolong sangat masif karena melibatkan sekitar 150 petugas gabungan yang disebar ke berbagai titik wilayah strategis. Penyelidikan intensif itu pertama kali mencuat setelah adanya temuan kasus penerimaan dana ilegal oleh oknum senior lintas negara.
Dua sosok utama yang kini berstatus sebagai terperiksa merupakan seorang pria paruh baya asal Jerman dan satu warga negara asing. Penyelidik menduga kuat bahwa ribuan dokumen asli masuk stadion telah didistribusikan secara gelap kepada kolega eksklusif tertentu.
Sektor yang menjadi target penggeledahan tidak hanya menyasar pada ruang kerja DFB. Aparat penegak hukum juga menyisir gedung administrasi pemerintahan daerah serta balai kota yang sempat menjadi saksi bisu turnamen benua tersebut.
Baca Juga: Mahalnya Kelewatan, Tiket Menonton Ronaldo vs Kroasia Harganya Rp 306 Juta
Tekanan psikologis bagi pencinta olahraga di negara tersebut menjadi kian berat lantaran isu hukum ini mencuat di momen kedukaan nasional. Sehari sebelumnya, harapan besar publik untuk melihat skuad Jerman berjaya di Piala Dunia 2026 harus kandas secara tragis.
Skuad asuhan Julian Nagelsmann terpaksa mengemas koper lebih cepat setelah menelan kekalahan menyakitkan pada babak 32 besar. Langkah Jerman dihentikan secara dramatis Paraguay.