sport-science

Manusia Tercepat Usain Bolt Dapat Dikalahkan oleh Mahluk Kecil Bernama Wombat

Jumat, 19 April 2024 | 06:10 WIB
Rekor dunia lari 100 meter yang dipegang Usain Bolt dipatahkan oleh seekor wombet. (abc)

Pada tahun 1970-an, para ilmuwan menangkap wombat dengan cara mengejar mereka di dalam mobil, diikuti dengan pengejaran dengan berjalan kaki menggunakan jaring kupu-kupu berukuran besar yang lucu.

Saat ini ada teknik yang lebih canggih, seperti tes DNA, untuk mengetahui data biologis wombat, namun beberapa orang masih menggunakan sepatu lari.

Penjabat ahli ekologi regional dari Australian Wildlife Conservancy, Alexandra Ross, telah menghabiskan banyak waktu mengejar spesies berhidung berbulu selatan di Suaka Margasatwa Yookamurra, Australia Selatan.

Dr Ross teringat saat dia menemukan wombat di dalam mobil.

“Salah satu dari mereka melaju dengan kecepatan penuh di depan kami di trek pada suatu malam, tapi meski begitu saya hanya yakin bahwa kecepatannya 20 kpj atau mungkin sedikit lebih cepat,” katanya.

Profesor ekologi Universitas Georgia, Scott Carver, juga menghabiskan banyak waktu di lapangan untuk mencari spesies wombat yang berbeda, khususnya varietas berhidung telanjang (Vombatus ursinus), di sekitar Tasmania.

Ia terkenal di dunia wombat karena menjadi bagian dari tim pemenang Ig Nobel yang menemukan mengapa kotorannya berbentuk kubus (karena kontraksi otot di ususnya dan bukan karena anusnya yang berbentuk persegi).

Profesor Carver mengatakan dia bisa mencapai kecepatan sekitar 20 kilometer per jam dengan berjalan kaki, jadi diperkirakan wombat bisa melakukan hal yang sama, berdasarkan petualangan masa lalunya dengan makhluk tersebut.

Baca Juga: Timnas U23 Indonesia Vs Australia: Shin Tae-yong Minta Pemain All Out

“Mereka sangat cepat dalam jarak pendek,” katanya.

"Saya kira wombat besar dalam kecepatan penuh akan mencapai kecepatan sekitar 20 kilometer per jam atau mungkin kurang dari itu... 40 kilometer per jam sedikit lebih cepat daripada yang pernah saya lihat ketika wombat menunjukkan tanda-tanda bergerak."

Dan Profesor Wells juga sempat menganalisis beberapa cuplikan lama dari film dokumenter tahun 1972 tentang spesimen berbulu berhidung selatan yang sedang berlari.

“Dengan menggunakan stopwatch iPhone, saya mencoba menghitung jumlah wombat yang melarikan diri ke liangnya,” katanya.

"Dengan perkiraan panjang lompatan 0,9 hingga 1 meter, ia membuat sekitar tujuh lompatan per detik, sekitar 25 kilometer per jam."

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB